Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Antara.
3 Jurus Menkes Sukseskan Imunisasi Nasional
Anggi Tondi Martaon • 23 June 2026 16:52
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan tiga strategi menyukseskan program Imunisasi Nasional. Strategi tersebut untuk memastikan semua sasaran mendapat imunisasi lengkap pada 2025-2029.
Adapun tiga strategi tersebut yaitu penyediaan infrastruktur imunisasi, kelancaran siklus penyediaan vaksin mulai dari perencanaan hingga penyampaian, serta edukasi.
"Yang paling penting adalah kita ingin memastikan kalau bisa dalam dua tahun ke depan sudah selesai penyediaan infrastruktur layanan imunisasi, 100 persen kebutuhan cold chain itu harus ada dan itu setiap tahun harus di-review," kata Menkes Budi dikutip dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
Menkes mengatakan masih banyak infrastruktur vaksinasi di kabupaten kota yang belum memadai. Kendala yang paling banyak ditemukan yaitu tidak adanya kulkas untuk vaksin. Oleh karena itu, pengadaannya akan dipenuhi melalui pinjaman ke Bank Dunia serta hibah dari Danantara.
"Kita juga sudah mengintegrasikan aplikasi SMILE ini dengan perusahaan vaksin pemerintah yang paling besar, Bio Farma. Sehingga kalau kurang mereka tahu dan mereka bisa kirim. Dan Bio Farma ini kirimnya termasuk juga kendaraannya dia bisa trace," ungkap Menkes.
Menkes juga menyoroti perlunya mengedukasi publik secara serius tentang pentingnya vaksinasi. Sebab, banyak orang yang anti-vaksin.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, alasan terbesar imunisasi tak dilakukan karena tidak diizinkan keluarga. Kemudian, takut Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), lupa atau tidak tahu jadwal, anak sakit, atau merasa imunisasi tak penting.

Ilustrasi imunisasi. Foto: Metrotvnews.com.
Pihaknya akan membuat program edukasi masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Hal itu sebagai upaya mengatasi lima alasan tersebut agar cakupan imunisasi semakin luas.
"Mungkin kita harus cari edukasi-edukasi yang sifatnya lebih mudah dipahami masyarakat. Baik melalui tokoh agama atau melalui influencer atau juga kita sendiri harus mengubah cara edukasi kita," sebut Menkes.
Dalam sosialisasi tersebut, Kemenkes menggandeng organisasi masyarakat yang besar, seperti Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Salah satu sasaran utama sosialisasi yaitu kepala keluarga. Menurut dia, banyak para ayah yang tidak mengizinkan anaknya divaksinasi.
Selain ketiga hal tersebut, Kemenkes berupaya untuk membenahi informasi seputar jadwal imunisasi. Kemenkes juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menginstruksikan agar kepala daerah mengejar imunisasi.
Kemenkes juga mencatat total ketersediaan dana program imunisasi 2025-2029 mencapai Rp39,58 triliun. Tetapi, kebutuhan biaya sebesar Rp44,49 triliun.