Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Pasukan Asing Perburuk Keamanan Kawasan

Penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. (Anadolu Agency)

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Pasukan Asing Perburuk Keamanan Kawasan

Willy Haryono • 8 August 2026 22:01

Teheran: Penasihat senior urusan internasional Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, kembali menyerukan agar seluruh pasukan asing meninggalkan Timur Tengah.

Menurutnya, kehadiran kekuatan militer asing merupakan penyebab utama ketidakamanan di kawasan.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Velayati mengatakan perkembangan terbaru di kawasan menunjukkan ketahanan angkatan bersenjata Iran, keteguhan rakyat Iran, serta keberanian kelompok-kelompok yang tergabung dalam Poros Perlawanan (Axis of Resistance).

"Kekalahan Amerika Serikat dan rezim Zionis semakin memperkuat keyakinan bahwa pasukan asing, yang merupakan penyebab utama ketidakamanan, harus meninggalkan kawasan," ujar Velayati, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ia juga menilai keamanan regional dapat dijaga melalui peningkatan kerja sama di antara negara-negara kawasan, meski tidak merinci bentuk kerja sama yang dimaksud.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terkoordinasi terhadap infrastruktur militer, nuklir, dan energi Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sasaran Israel maupun Amerika Serikat di kawasan.

Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan serta membuka jalur negosiasi menuju kesepakatan permanen.

Namun, proses perundingan kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur ekspor minyak dan gas paling strategis di dunia.

Baca juga:  Trump Kesal Disebut Stok Amunisi Perang Terhadap Iran Berkurang Banyak

(Willy Haryono)