Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
BMKG Imbau Petani Sultra Hemat Air di Tengah Ancaman Kekeringan
Silvana Febiari • 12 August 2026 19:32
Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengimbau petani dan pemangku kepentingan pertanian di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengantisipasi krisis pasokan air. Mereka juga diminta mengefisienkan penggunaan air irigasi seiring meningkatnya ancaman kekeringan meteorologis.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie mengatakan durasi Hari Tanpa Hujan (HTH) yang panjang berpotensi memicu kekeringan ekstrem yang berdampak langsung pada area persawahan.
"Peningkatan potensi kekeringan cukup tinggi di bulan Agustus dan September. Bukan hanya hutan yang kita waspadai, tetapi efisiensi air untuk irigasi dan pertanian juga memang patut diwaspadai serta diantisipasi," kata Faizal, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga :
Berdasarkan peta kerawanan dan pemantauan HTH BMKG, sejumlah wilayah di Sultra bagian selatan mulai menunjukkan kondisi kering yang signifikan. "Hasil analisis untuk di Kota Kendari ini sepanjang bulan Agustus belum tercatat turun hujan," ujarnya.
Kondisi serupa dialami beberapa daerah yang menjadi lumbung pertanian dan kawasan rawan kekeringan, seperti Kabupaten Bombana, Kolaka, Konawe Selatan, hingga wilayah selatan Buton Utara.
.jpg)
Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
Selain ancaman kekeringan pada lahan pertanian, kondisi cuaca ekstrem yang diiringi angin dan lamanya masa tanpa hujan ini juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. Terutama di wilayah yang memiliki tutupan vegetasi savana.
BMKG terus memperbarui data dan peta kerawanan kekeringan secara berkala. Informasi tersebut dapat digunakan pemerintah daerah dan sektor pertanian untuk mengelola pasokan air irigasi hingga September mendatang.