Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Digantikan Suahasil, Ini Rekam Jejak Purbaya Selama Jadi Menkeu
Ade Hapsari Lestarini • 14 September 2026 16:00
Jakarta: Purbaya Yudhi Sadewa digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Purbaya menjabat sebagai Bendahara Negara selama satu tahun enam hari setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025.
Pergantian tersebut berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Selama menjabat, Purbaya sempat membuat kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan hingga mencapai dua digit.
Saat itu, Purbaya menyampaikan kebijakan tersebut sebagai respons atas data Bank Indonesia (BI) yang mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada September 2025 sebesar 7,7 persen, naik tipis dibandingkan Agustus 2025 yang tumbuh 7,56 persen.
Menurut Purbaya, penempatan dana tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan dan mengakselerasi penyaluran kredit.
Profil Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Elektro.
Setelah menamatkan studi tekniknya di salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia, Purbaya kemudian memperluas cakrawala akademiknya ke bidang ekonomi. Ia melanjutkan studi ke jenjang doktoral di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Dia meraih gelar Ph.D di bidang ekonomi.
Purbaya mengawali karier profesionalnya pada 2000 di usia 36 tahun sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute, sebuah lembaga riset yang berada di bawah naungan BUMN pasar modal PT Danareksa (Persero). Dalam waktu lima tahun, ia naik jabatan menjadi Chief Economist dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Danareksa Sekuritas hingga 2008.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Di saat bersamaan, ia menjabat Komisaris PT Danareksa Investment Management dan memiliki izin resmi sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek dari Bapepam-LK (kini OJK). Pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Purbaya ditunjuk menjadi Staf Khusus Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Purbaya diangkat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Maret 2015. Setelah Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Menko Maritim pada 2016, Purbaya menyusul ke kementerian tersebut. Pada 21 Mei 2018, Purbaya diangkat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Maritim dan Investasi (Marves).
Puncak karier birokrasi Purbaya Yudhi Sadewa kemudian dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 3 September 2020. Purbaya menggantikan Halim Alamsyah yang habis masa jabatannya sehari sebelumnya.
Satu tahun Purbaya jadi menteri keuangan
Pada satu tahun kepemimpinannya sebagai menteri keuangan pada 8 September 2026, Purbaya mengungkap suka duka selama setahun menjabat sebagai bendahara negara.
Selama menjalankan tugas, ia mengaku menghadapi berbagai tekanan dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Tekanan tersebut bahkan berdampak pada kondisi fisiknya. Purbaya mengatakan berat badannya sempat turun dari sekitar 102 kilogram saat mulai menjabat menjadi 97-98 kilogram, hingga mencapai 88 kilogram.
"Paling gampang lihat berat badan saya, kan? Pas jadi Menteri saya 102 (kg). Sekarang 97 (kg), 98 (kg). Terus sudah pulih. Terus sampai 88 (kg). Berarti kerjanya memang berat, ya," ungkap Purbaya di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Selain menghadapi tekanan ekonomi, Purbaya menyebut dirinya harus bekerja ekstra untuk membangun kepercayaan publik terhadap stabilitas perekonomian nasional.
Di sisi lain, Purbaya mengaku mendapat kepuasan dari kesempatan merancang dan menguji kebijakan makroekonomi secara langsung. Sebagai seorang ekonom, ia menilai hal menarik dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan adalah melihat secara langsung dampak kebijakan terhadap perekonomian.
"Kalau sukanya di sini. Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan. Itu paling menarik adalah ketika saya menguji teori-teori di lapangan langsung," tutur dia.