Tim gabungan memadamkan kebakaran lahan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Humas BPBD Sulteng
Karhutla Poso, BPBD: Hanguskan 50 Hektare Lahan, Merembet ke Sekolah
Lukman Diah Sari • 14 September 2026 07:59
Palu: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghanguskan sekitar 50 hektare lahan gambut dan perkebunan warga. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Asbudianto, mengatakan sampai saat ini api belum berhasil dipadamkan.
"Api dengan cepat merambat hingga ke area pemukiman warga serta fasilitas sekolah," ungkap Asbudianto melansir Antara, Senin, 14 September 2026.
Kebakaran terjadi sejak Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 16.00 Wita. Kebakaran tersebut menghanguskan 50 hektare lahan terdiri atas 20 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut.
Kebakaran juga menyebabkan dua anggota pemadam kebakaran terdampak dalam proses penanganan, sementara laporan sementara menyebutkan tidak terdapat warga yang mengungsi.
Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan masyarakat, telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta melakukan pemadaman bersama.
"Sementara itu kebutuhan mendesak di lokasi antara lain tangki air, selang pemadam, mesin pemadam, tandon, serta mobil tangki air," jelas dia.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang mendekati kawasan kafe Bromo Hillside di Bukit Bantengan, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur/BPBD Kab. Malang
Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara menyatakan tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek Pamona Selatan, TNI, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta ratusan warga setempat sempat melakukan upaya pemadaman dan pembuatan sekat bakar guna melokalisasi titik api.
"Penanganan karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri, karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terlebih angin kencang dapat mempercepat penyebaran api," ucapnya.