Tanah longsor menutup badan jalan provinsi di wilayah Gunung Gelap tepatnya di Kampung Tugu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu petang, 8 April 2026. ANTARA/HO-Camat Cihurip
Longsor Tutup Jalan Provinsi Lintas Selatan di Garut
Silvana Febiari • 8 April 2026 20:06
Garut: Bencana tanah longsor menutup jalan provinsi lintas selatan di Gunung Gelap, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibatnya, kendaraan dari arah Garut menuju selatan wilayah Pameungpeuk maupun dari arah sebaliknya tidak bisa melewati jalur itu.
Camat Cihurip, Ganjar, membenarkan tebing di kawasan Gunung Gelap longsor. Material longsor tersebut menutup badan jalan utama yang menghubungkan perkotaan dengan wilayah selatan Garut.
"Kejadiannya tadi sekitar pukul 17.00 WIB, longsorannya menutup jalan di jalur provinsi, tepatnya di Gunung Gelap," kata Ganjar, dilansir dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Baca Juga :
Tasikmalaya dan Garut Masuk KLB Campak
Ia menuturkan, hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut menjadi pemicu terjadinya bencana tanah longsor di kawasan hutan, tepatnya di Kampung Tugu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip itu.
"Material longsor cukup besar menutupi seluruh badan jalan, sehingga sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat," ujar Ganjar.

Tanah longsor menutup badan jalan provinsi di wilayah Gunung Gelap tepatnya di Kampung Tugu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu petang, 8 April 2026. ANTARA/HO-Camat Cihurip
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan alat berat guna membersihkan material longsor. Sambil menunggu alat berat datang, kata dia, warga secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya membuka jalur agar bisa dilewati kendaraan roda dua.
"Alat berat sedang meluncur dari arah Cikajang, cuma sementara buat jalur kecil dulu buat roda dua," ucanya.
Ia mengakui jalur tersebut merupakan daerah rawan bencana tanah longsor. Namun, kejadian kali ini merupakan yang cukup besar dalam satu tahun terakhir ini.
"Baru kali ini yang besar, tapi memang cukup rawan juga daerah Gunung Gelap," ungkapnya.