Kisah Warga Aceh Tamiang Bertahan dari Banjir, Dibantu Relawan Jhonlin Group

Kehadiran relawan dan bantuan alat berat dari Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group berhasil membuka kembali akses jalan desa di Aceh Tamiang (Foto:Dok.JAR)

Kisah Warga Aceh Tamiang Bertahan dari Banjir, Dibantu Relawan Jhonlin Group

Rosa Anggreati • 6 February 2026 22:14

Aceh Tamiang: Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada akhir 2025 menyisakan trauma mendalam bagi warga Desa Kebun Tanjung Semontok, Dusun Makmur, Kecamatan Karang Baru. Hujan lebat yang turun tanpa henti selama beberapa hari memicu meluapnya sungai dan arus air deras yang merendam permukiman warga hingga ketinggian ekstrem.
 
Salah seorang warga Dusun Makmur, Sarmidi, menceritakan banjir bermula pada Selasa, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus hingga Rabu malam, disertai angin kencang. Warga mulai menyadari ancaman banjir ketika air mulai melintas di sekitar permukiman.
 
“Pada Kamis pagi sekitar pukul 10, air berbalik arah dari sungai langsung menuju ke barat. Setengah hari kemudian, ketinggian air sudah mencapai sekitar satu meter,” ujar Sarmidi, saat ditemui di lokasi terdampak.
 

 
Menurutnya, arus air yang datang sangat cepat dan deras membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Fokus utama warga saat itu adalah menyelamatkan anggota keluarga.
 
“Kami hanya bisa menyelamatkan anak dan cucu. Barang-barang tidak sempat dibawa. Sampai sekarang anak-anak masih trauma,” kata Sarmidi, dengan suara tercekat menahan tangis.
 
Ketinggian air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Kamis malam menjelang Jumat. Sarmidi menyebutkan air sempat mencapai sekitar tiga meter pada dini hari, sebelum akhirnya mulai surut.
 
“Di titik tertinggi sekitar pukul empat pagi, air mencapai tiga meter. Setelah itu baru kami merasa agak aman,” tuturnya.
 
Dampak banjir tidak hanya merusak akses jalan desa, tetapi juga menghancurkan permukiman warga. Sedikitnya sembilan rumah dilaporkan hanyut, sementara sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Jalan desa lumpuh total akibat derasnya arus air yang menutup akses keluar-masuk wilayah.
 
Selain itu, sektor ekonomi warga turut terdampak. Sebagian besar warga Dusun Makmur menggantungkan hidup dari budidaya ikan air tawar berupa lele, nila, dan gurami. Namun banjir menyebabkan kerugian besar.
 
“Ada sekitar dua ton ikan lele yang tidak bisa diselamatkan. Semua hanyut terbawa arus,” ujar Sarmidi.
   
Ia menambahkan sebelum bencana, sekitar 50 persen warga menggeluti budidaya ikan. Namun, kondisi ekonomi yang belum pulih membuat jumlah tersebut kini menurun menjadi sekitar 30 persen.
 
Dalam proses pemulihan, warga mengapresiasi kehadiran relawan dan bantuan alat berat dari Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group. Tim Relawan tersebut membantu membersihkan material lumpur dan membuka kembali akses jalan desa.
 
“Kami seluruh warga Dusun Makmur mengucapkan terima kasih atas bantuan alat berat. Bantuan ini sangat membantu dan membuat perasaan kami lebih baik setelah kejadian banjir kemarin,” kata Sarmidi.
 
Hingga kini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang masih terus berlangsung. Pemerintah bersama relawan dan masyarakat berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi warga agar kehidupan sosial dapat kembali berjalan normal pascabencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)