Sebulan Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Demonstrasi Besar Pecah di Caracas

Ribuan orang berunjuk rasa di Caracas dalam mendesak pemulangan Nicolas Maduro dari AS. (Anadolu Agency)

Sebulan Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Demonstrasi Besar Pecah di Caracas

Willy Haryono • 4 February 2026 09:04

Caracas: Satu bulan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, ribuan orang dari beragam faksi politik memadati jalanan ibu kota Caracas pada Selasa, 3 Februari. Demonstrasi serentak tersebut berlangsung di tengah masa transisi politik yang volatil di bawah kepemimpinan Presiden Pelaksana Delcy Rodriguez.

Para pendukung partai pemerintah, United Socialist Party of Venezuela (PSUV), menggelar aksi jalan kaki untuk menuntut kepulangan mantan pemimpin mereka yang kini ditahan di Amerika Serikat.

Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 4 Februari 2026, aksi yang dipimpin Sekretaris Jenderal PSUV Diosdado Cabello tersebut menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintahan saat ini demi menjaga stabilitas negara.

Di sisi lain, kelompok pengunjuk rasa lainnya menyuarakan tuntutan berbeda. Mereka mendesak pemerintah memberikan reparasi komprehensif bagi para korban kekerasan negara pada masa lalu.

Selain itu, massa juga menuntut pertanggungjawaban pejabat tinggi yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia agar peristiwa serupa tidak terulang. Saat ini, Nicolas Maduro masih ditahan di penjara federal Amerika Serikat di New York untuk menjalani proses hukum.

Ia menghadapi empat dakwaan berat, termasuk konspirasi terorisme narkotika, penyelundupan kokain, serta kepemilikan senjata api ilegal dan bahan peledak. Sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi nasional, Presiden Rodriguez telah memperkenalkan Undang-Undang Amnesti Umum.

Kebijakan tersebut bertujuan membebaskan ratusan tahanan politik yang ditahan sejak 1999. Salah satu langkah simbolis yang diambil pemerintah adalah perintah penutupan segera penjara El Helicoide.

Fasilitas yang selama ini dikenal oleh pengamat internasional sebagai pusat penyiksaan itu direncanakan akan dialihfungsikan menjadi pusat olahraga, budaya, dan kegiatan sosial bagi masyarakat di sekitar Caracas. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Venezuela Tuduh AS Gunakan Senjata Berbasis AI dalam Operasi Tangkap Maduro

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)