Jelang Bulan Puasa, Harga dan Stok Pangan Dipastikan Terjaga

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: dok Bulog.

Jelang Bulan Puasa, Harga dan Stok Pangan Dipastikan Terjaga

Husen Miftahudin • 5 February 2026 10:57

Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis secara nasional menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

"Menghadapi Ramadan dan Idulfitri (2026), Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Natal dan Tahun Baru (2025/2026), dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan," kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.

Rizal menyebutkan hingga 2 Februari 2026, Perum Bulog mengelola ketersediaan stok beras sebesar 3,3 juta ton. Stok itu terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton.

Selain cadangan beras, Bulog juga mengelola persediaan komoditas pangan strategis lainnya, terdiri dari gula pasir 11.675 ton, jagung 53.637 ton, serta minyak goreng sebesar 15.475 kiloliter.

"Adapun stok pangan tersebut di berbagai wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas harga dan kepastian pasokan menjelang Ramadan, Idulfitri, maupun Imlek," ujar dia.

Rizal menegaskan kesiapan pihaknya dalam melaksanakan seluruh penugasan pemerintah, baik dalam penyaluran bantuan pangan maupun pengamanan harga minyak goreng MinyaKita di tingkat konsumen.
 

Baca juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp65.600/Kg, Telur Ayam Rp31.350/Kg


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Salurkan 30 ribu kiloliter minyak goreng


Terkait distribusi minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), Rizal menjelaskan alokasi DMO sebesar 30 persen dari total pasokan nasional dibagi kepada BUMN pangan, dengan porsi 70 persen untuk Bulog, 20 persen ID FOOD, dan 10 persen Agrinas Palma.

Dalam skema tersebut, Bulog memperoleh pasokan sekitar 30 ribu kiloliter per bulan. Pada periode sebelumnya, penyaluran telah mencapai sekitar 21,8 ribu kiloliter.

"Dan pada Februari ini pasokan kembali disiapkan sebesar 30 ribu kiloliter untuk disalurkan, terutama ke pengecer dan pasar agar harga tetap stabil," papar Rizal.

Selain itu, Rizal mengaku pihaknya siap menyalurkan bantuan pangan yang ditugaskan pemerintah berupa 10 kilogram beras dan dua liter MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Untuk dua bulan penyaluran, Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng, sebagai bagian dari stimulus ekonomi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

"Bulog telah menyiapkan stok dan kesiapan operasional agar bantuan pangan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," tegas Rizal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)