Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)
Doa Terhindar dari Kebakaran yang Diajarkan Rasulullah, Arab dan Artinya
Riza Aslam Khaeron • 28 August 2026 07:00
Jakarta: Kebakaran merupakan salah satu musibah yang patut diwaspadai, terlebih saat cuaca dan kondisi lingkungan yang kering memicu api menyebar dengan cepat. Dalam beberapa pekan terakhir, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Musibah kebakaran juga baru saja melanda Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Berdasarkan pendataan awal dari pemerintah daerah setempat, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 75 rumah tradisional, satu unit masjid, sejumlah lumbung dan berugak, Bale Beleq, serta sekitar 69 toko kerajinan (art shop).
Bencana kebakaran kerap menimbulkan dampak kerugian yang amat besar, mulai dari kerusakan harta benda dan kehancuran lingkungan hingga ancaman bagi keselamatan nyawa. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan sikap siaga menjadi kunci utama dalam mengantisipasi ancaman bahaya ini.
Selain mengoptimalkan berbagai ikhtiar lahiriah untuk mencegah timbulnya api, umat Islam senantiasa dianjurkan untuk memohon perlindungan batin kepada Allah Swt. Rasulullah saw. sendiri mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari beragam musibah, termasuk musibah kebakaran.
Doa Terhindar dari Kebakaran
Mengutip publikasi dari NU Online, doa ini diriwayatkan dari Abu al-Aswad al-Sulami dan tercantum dalam kitab hadis karangan Imam An-Nasa'i. Berikut adalah bacaan doanya:.jpg)
Allahumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat taraddi, wa a'ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a'ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu 'indal mauti, wa a'ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a'ûdzu bika an amûta ladîghan.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”
Makna Doa Terhindar dari Kebakaran
Sebagaimana dijelaskan oleh NU Online Lampung, permohonan tersebut tergolong dalam kelompok doa istiadzah, yakni permohonan yang berisikan dorongan untuk berlindung secara total kepada Allah Swt. Hal ini terlihat jelas dari pengulangan frasa a'ûdzu bika yang bermakna “aku berlindung kepada-Mu”.Cakupan permohonan perlindungan dalam doa ini sangat luas. Tidak hanya memohon agar terhindar dari bahaya kebakaran (al-harîq), tetapi juga mencakup perlindungan dari berbagai musibah fisik dan spiritual lain, seperti tertimpa bangunan runtuh, jatuh dari ketinggian, tenggelam, godaan setan pada detik-detik sakaratul maut, hingga bahaya patukan atau sengatan binatang berbisa.
Meski demikian, panjatan doa harus senantiasa berjalan selaras dengan tindakan nyata di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area rumput kering, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika mendeteksi adanya titik api.