Kondisi lingkungan yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang di Nepal. Foto: Anadolu
Lebih dari 1.300 Orang Hilang dan 289 Tewas Akibat Banjir Nepal-Tiongkok
Muhammad Reyhansyah • 27 August 2026 17:15
Kathmandu: Lebih dari 1.300 orang dinyatakan hilang seiring meningkatnya jumlah korban tewas akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok menjadi 289 jiwa.
Warga asing yang hilang mencakup 178 orang dari India, 100 dari Tiongkok, 65 dari Amerika Serikat (AS), 53 dari Ukraina, 51 dari Malaysia, 35 dari Australia, 33 dari Inggris, dan 25 dari Kanada.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang didukung oleh helikopter dan pesawat nirawak (drone) terus berlanjut pada Kamis, sementara jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok meningkat menjadi 180 orang dan lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang.
Menurut Dewan Pariwisata Nepal, “total 644 wisatawan asing dan lokal dinyatakan hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal”.
Mereka mencakup 178 orang dari India, 65 dari AS, 53 dari Ukraina, 51 dari Malaysia, 35 dari Australia, 33 dari Inggris, 25 dari Kanada, sembilan dari Singapura, dan delapan dari Jerman.
Sementara otoritas di Beijing mengonfirmasi 558 orang masih dinyatakan hilang. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa 100 warga negara Tiongkok hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal akibat banjir bandang tersebut.
Juru bicara kementerian, Lin Jian, mengatakan bahwa keberadaan 260 warga negara asing masih belum diketahui di Tibet, wilayah yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonom Xizang.
Mengutip The Kathmandu Post, Juru Bicara Kepolisian Nepal Abi Narayan Kafle mengonfirmasi kenaikan jumlah korban tewas pada Kamis siang waktu setempat. Korban tewas ditemukan di sejumlah distrik terdampak, dengan jumlah terbanyak tercatat di Chitwan sebanyak 108 orang, diikuti Nawalparasi Timur 62 orang dan Dhading 27 orang.
Banjir menerjang Rasuwa dan sejumlah distrik lainnya sebelum mengalir deras ke wilayah hilir melalui sistem sungai Trishuli dan Narayani.
Bencana tersebut merusak permukiman, jalan, jembatan, serta berbagai infrastruktur lainnya.
Pemerintah Nepal bersama aparat keamanan masih melakukan operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan di wilayah terdampak. Otoritas juga terus memperbarui data korban serta orang-orang yang masih belum berhasil ditemukan.