Lapangan Gasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027

Rencana penataan halaman Gedung Sate yang disatukan dengan Lapangan Gasibu yang akan disatukan dengan Halaman Gedung Sate Bandung. (ANTARA/HO Pemprov Jabar)

Lapangan Gasibu Bandung Ditutup hingga Awal 2027

Lukman Diah Sari • 1 September 2026 16:32

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menutup kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Penutupan ini berlangsung mulai 1 September 2026 hingga awal tahun 2027 untuk penataan menyeluruh dan revitalisasi lintasan joging.

Penutupan salah satu ikon ruang publik dan pusat olahraga favorit warga ini dilakukan guna mempercepat perbaikan fasilitas pendukung. Langkah ini diharapkan membuat kawasan Gasibu lebih tertata, aman, nyaman, dan fungsional.

"Selama proses penataan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam area Kawasan Gasibu demi keamanan dan kelancaran pekerjaan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar, di Bandung, Selasa, 1 September 2026, melansir Antara.

Dia mengungkapkan proyek penataan fisik memerlukan waktu beberapa bulan agar pengerjaan infrastruktur di dalam area Lapangan Gasibu berjalan optimal dan memenuhi standar kualitas tinggi. Menurut dia, revitalisasi kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan lintasan joging, juga mencakup peningkatan kapasitas dan kualitas berbagai sarana penunjang aktivitas warga.

Pemprov Jabar meminta masyarakat yang biasa memanfaatkan Lapangan Gasibu untuk berolahraga harian maupun beraktivitas pada akhir pekan agar mengalihkan kegiatan ke ruang publik alternatif lain di sekitar Kota Bandung.


Ilustrasi Gedung Sate. Foto: Pexels/Jenni Agustina

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau saluran informasi resmi Pemprov Jabar guna mendapatkan pembaruan berkala terkait perkembangan pengerjaan proyek serta jadwal pembukaan kembali kawasan tersebut.

Setelah seluruh proses revitalisasi rampung pada awal 2027 mendatang, kata dia, Kawasan Gasibu dipastikan kembali dibuka penuh untuk publik dengan wajah baru serta fasilitas terpadu yang diklaim akan lebih modern, aman, dan nyaman.

(Lukman Diah Sari)