Modifikasi Cuaca Diminta Dioptimalkan Atasi Karhutla Sumsel

Menhut Raja Juli Antoni (ketiga dari kiri) memantau langsung pemadaman karhutla di Desa Ibul Besar 1, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.

Modifikasi Cuaca Diminta Dioptimalkan Atasi Karhutla Sumsel

Fachri Audhia Hafiez • 31 August 2026 23:42

Ogan Ilir: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dimaksimalkan untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Khususnya dalam penanganan Karhutla di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan (Sumsel).

“Karena bagaimanapun yang paling efektif ini memang OMC. Operasi Modifikasi Cuaca. Di mana pun ada potensi awan dimaksimalkan,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai rapat koordinasi penanganan Karhutla di Palembang, dilansir Antara, Senin, 31 Agustus 2026.
 


Peninjauan lapangan dilakukan Menhut bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. Penanganan di lokasi difokuskan pada pemadaman udara melalui water bombing serta operasi darat oleh tim gabungan Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, TNI, Polri, dan BNPB.

Raja Juli menjelaskan, laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Selatan hingga 3 September mendatang. Momentum ini dinilai harus segera dimanfaatkan dengan memaksimalkan penyemaian garam dari udara.


Menhut Raja Juli Antoni (kanan) memantau langsung pemadaman karhutla di Desa Ibul Besar 1, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.

Guna mendukung kelancaran operasi udara tersebut, ia telah memastikan agar operasional bandara penyokong tetap dibuka penuh dari pagi hingga malam hari. Langkah ini diambil agar tim di lapangan dapat mengeksekusi proses OMC kapan pun potensi awan melintas.

Selain memaksimalkan jalur udara, Kementerian Kehutanan turut memperkuat penanganan darat dengan menerjunkan personel BKO sebanyak lebih dari 1.000 orang. Penambahan pasukan ini ditujukan untuk mendukung kerja teknis di lapangan sekaligus mencegah kelelahan fisik bagi petugas yang telah berjihad memadamkan api.

(Fachri Audhia Hafiez)