BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla di Enam Provinsi

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan sedang memaparkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. (Dokumentasi/ BNPB)

BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla di Enam Provinsi

Silvana Febiari • 31 August 2026 15:47

Jakarta: Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan strategi melalui dua jalur utama, yakni operasi darat dan operasi udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan operasi darat dilakukan dengan mengintensifkan patroli serta pengecekan langsung (ground check) terhadap titik panas (hotspot) maupun titik api yang terdeteksi.

“Strategi kita untuk menanggulangi karhutla ini ada dua cara, pertama melalui operasi darat,” kata Berton, dalam kobnferensi pers, Senin, 31 Agustus 2026. 


Menurut dia, patroli dan ground check dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk memetakan lokasi yang terdapat titik panas maupun titik api. Hasil pemantauan itu menjadi dasar bagi petugas menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Apabila ditemukan kebakaran, personel di lapangan akan melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terjadi kembali penyalaan api.

Selain pemadaman dan pendinginan, upaya penyediaan sumber air juga menjadi bagian penting dalam operasi darat. Petugas melakukan penyekatan area serta membuat sumur dan kanal baru agar sumber air dapat lebih dekat dengan lokasi titik api maupun titik panas.

Penjagaan Diperketat di Area Terdampak

BNPB juga mulai memperkuat penjagaan di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Penjagaan dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api, termasuk akibat tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mulai hari ini di beberapa titik sudah akan dilakukan penjagaan area terdampak,” ujar Berton.

Menurutnya, personel akan ditempatkan di daerah-daerah yang sebelumnya terdampak sehingga potensi munculnya titik api baru dapat ditekan. Upaya maksimal tersebut terlihat dari aktivitas satuan tugas darat di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, serta Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Kita lihat personel kita di lapangan terus-menerus melakukan upaya maksimum,” katanya.

Selain operasi darat, pemerintah juga mengerahkan kekuatan udara untuk mempercepat penanganan karhutla. Operasi udara dilakukan melalui patroli, operasi modifikasi cuaca, serta water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

"Armada udara kita saat ini ada 53 unit di mana 19 unit melakukan patroli maupun operasi modifikasi cuaca sedangkan sisanya melakukan water bombing," ungkap Berton.


Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Istimewa.


Operasi udara tersebut dilakukan di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Di provinsi prioritas seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat dilakukan operasi modifikasi cuaca maupun patroli udara maupun water bombing,” papar Berton.

Pengerahan personel dan armada tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla. Operasi darat dan udara dilakukan secara terpadu untuk mendeteksi titik api sedini mungkin, melakukan pemadaman, mencegah api kembali muncul, sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran.

(Silvana Febiari)