Angin kencang menerjang pohon kelapa. ANTARA/HO-BMKG
Waspada, Bibit Siklon Tropis 94W Berpotensi Picu Hujan Lebat di Sumatra
Silvana Febiari • 3 August 2026 07:52
Padang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang berpotensi memicu peningkatan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Prakirawan BMKG Henokhavita menyampaikan bibit siklon tersebut terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara 1006 hektopascal (hPa).
"Bibit Siklon Tropis 94W bergerak ke arah barat-barat laut dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan," kata Henokhavita, dilasir dari Antara, Senin, 3 Juli 2026.
Kombinasi dinamika atmosfer dari sistem pergerakan bibit siklon tersebut menyebabkan timbulnya potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Selain dipicu oleh Bibit Siklon 94W, daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi juga terbentuk membentang di pesisir barat Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Laut Jawa bagian barat.
Kondisi konvergensi serupa turut teridentifikasi memanjang di kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku Utara, hingga wilayah Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

Ilustrasi. Medcom.id
Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan potensi hujan disertai petir terjadi di Padang dan Pontianak, serta hujan sedang di Kota Bengkulu.
Hujan dengan intensitas ringan berpeluang mengguyur Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Serang, Semarang, dan Tanjung Selor.
Wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, hingga Banjarmasin diprediksi dominan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak potensi hujan lebat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.