Rudal Iran yang diluncurkan dalam serangan ke pangkalan militer AS. Foto: Anadolu
Iran Klaim Gempur 18 Target Militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain
Fajar Nugraha • 11 June 2026 10:47
Teheran: Pemerintah Iran mengumumkan pada Kamis, 11 Juni, bahwa sedikitnya 18 target militer utama milik Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Bahrain telah digempur.
Aksi penyerangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional yang meningkat dengan sangat cepat di kawasan Timur Tengah.
“Belasan target yang dihantam tersebut mencakup Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain,” ucap pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 11 Juni 2026.
Secara terpisah, pihak militer Iran menyatakan bahwa operasi tempurnya juga membidik sistem pertahanan udara Patriot serta sejumlah fasilitas komunikasi milik Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain.
Otoritas militer setempat mengonfirmasi bahwa rentetan drone bunuh diri telah diluncurkan menuju markas Armada Kelima AS. Manuver udara tersebut diklaim sebagai respons balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Iran selatan sebelumnya.
Pihak militer Iran menambahkan bahwa seluruh pasukan kedaulatan mereka telah disiagakan dan siap untuk mengonfrontasi musuh hingga embusan napas terakhir, serta menegaskan tidak akan mundur sampai pihak lawan menerima hukuman yang setimpal.
Rangkaian perkembangan militer ini mengemuka di tengah situasi yang kian meruncing pascaserangan udara AS ke Iran selatan, yang kemudian memicu serangan balasan beruntun dari pihak Iran dengan menargetkan aset-aset militer strategis Amerika Serikat di seluruh kawasan tersebut.
(Kelvin Yurcel)