Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Foto: Anadolu
PM Starmer Tidak Melihat Bukti Iran Jadikan Inggris sebagai Target Serangan
Fajar Nugraha • 23 March 2026 17:46
London: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa belum ada penilaian yang menunjukkan bahwa daratan Inggris menjadi sasaran serangan Iran.
"Kami melakukan penilaian sepanjang waktu untuk menjaga keamanan kami, dan tidak ada penilaian yang menunjukkan bahwa kami menjadi sasaran dengan cara itu," kata Starmer kepada wartawan, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin 23 Maret 2026.
Hal itu muncul setelah laporan pada akhir pekan bahwa Iran telah menembakkan dua rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS)-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia.
Starmer juga mengatakan bahwa setiap upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz membutuhkan pertimbangan yang cermat dan rencana yang layak, dan bahwa prioritas utamanya adalah melindungi kepentingan Inggris dan meredakan ketegangan.
Netanyahu mulai panik
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyerukan para pemimpin dunia untuk bergabung dalam ‘Operation Roaring Lion’ atau dikenal juga sebagai ‘Epic Fury’ melawan Iran.Seruan diutarakan saat ia dan sejumlah pejabat Israel lainnya mengunjungi lokasi dampak serangan rudal Iran di kota Arad selatan pada Minggu.
“Mereka (Iran) memiliki kemampuan untuk menjangkau jauh ke Eropa,” Netanyahu menuduh tanpa bukti.
“Mereka menargetkan semua orang,” imbuh Netanyahu yang ketakutan.
“Jika Anda ingin bukti bahwa Iran membahayakan seluruh dunia, 48 jam terakhir telah membuktikannya. Mereka menembaki Yerusalem tepat di sebelah tempat-tempat suci dari tiga agama monoteistik,” celoteh Perdana Menteri Israel yang dianggap lakukan kejahatan perang di Gaza.
“Sudah saatnya para pemimpin negara-negara lain bergabung. Saya senang melihat beberapa dari mereka bergerak ke arah itu, tetapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan,” minta Netanyahu.
Serangan rudal Iran pada Sabtu melukai puluhan orang dan menyebabkan kerusakan serius di daerah Arad.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa Israel akan terus menyerang Iran dengan keras jika serangan terus berlanjut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com