Festival Ketupat Telaga Kodok Maluku Sajikan 40.552 Ketupat

Ribuan warga datang turut serta menyaksikan festival ketupat di Telaga Kodok, Maluku Tengah, Sabtu. (ANTARA/Winda Herman)

Festival Ketupat Telaga Kodok Maluku Sajikan 40.552 Ketupat

Whisnu Mardiansyah • 31 May 2026 13:31

Ambon: Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menggelar Festival Ketupat dengan meriah pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara tahunan ini menyuguhkan sebanyak 40.552 buah ketupat yang disajikan secara cuma-cuma bagi warga yang hadir.

"Festival Ketupat ini merupakan warisan leluhur yang sarat akan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang sangat erat. Tradisi semacam ini wajib kita jaga dan lestarikan, terutama oleh generasi muda," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, di Ambon, seperti dilansir Antara, Sabtu, 30 Mei 2026.

Mengusung tema "Satu Ketupat Seribu Cerita", festival ini tidak hanya menghadirkan puluhan ribu ketupat, tetapi juga menyediakan 48 stan yang memajang aneka kuliner serta produk unggulan warga setempat. Jumlah ketupat yang disiapkan tahun ini meningkat dibanding pencapaian tahun 2025 yang hanya sekitar 39 ribu ketupat.

Sadali menegaskan Festival Ketupat Telaga Kodok bukanlah sekadar kegiatan tahunan biasa, melainkan telah menjadi simbol eratnya kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku yang harus terus dipelihara.

Menurutnya, penyelenggaraan festival ini juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkokoh identitas budaya daerah sekaligus menopang pengembangan sektor pariwisata yang bertumpu pada peran serta masyarakat.
 


"Pemerintah Provinsi Maluku memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Telaga Kodok yang setia melestarikan tradisi ini. Kegiatan seperti ini punya potensi besar untuk memikat wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian warga," ujar Sadali.

Ketua Panitia Festival Ketupat, Sutomo Sanger, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan merawat tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga untuk mempererat jalinan sosial antar sesama warga.

"Festival ketupat tahun ini bertujuan, pertama, memperkuat tali silaturahmi antar warga yang bersaudara. Kedua, menambah penghasilan masyarakat lewat penjualan minuman dan berbagai produk yang tersedia di setiap stan," kata Sutomo.

Ia menjelaskan bahwa antusiasme warga sangat terlihat dari meningkatnya jumlah ketupat yang disediakan pada tahun ini bila dibandingkan dengan gelaran tahun sebelumnya.


Ribuan warga datang turut serta menyaksikan festival ketupat di Telaga Kodok, Maluku Tengah, Sabtu. (ANTARA/Winda Herman)

"Tahun ini jumlah ketupat naik menjadi 40.552 buah. Kami berharap acara ini berjalan lancar dan ke depannya bisa digelar dalam skala yang lebih besar lagi," ujar Sutomo.

Festival Ketupat Telaga Kodok di wilayah Leihitu tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan setiap setelah Hari Raya Iduladha. Acara ini berfungsi sebagai ajang mempererat silaturahmi, wujud persaudaraan khas masyarakat Maluku, sekaligus sebagai media promosi kuliner dan budaya lokal yang mencerminkan tingginya partisipasi warga.

Setiap warga yang datang akan diajak menikmati ketupat dengan aneka lauk pauk yang telah tersedia. Selain ketupat, warga Telaga Kodok juga menyuguhkan berbagai makanan khas lokal lainnya. Warga bebas memilih stan mana saja yang disukai dan dapat makan sepuasnya tanpa dipungut biaya sepeser pun.

(Whisnu M)