Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Kirim Proposal Baru ke Iran dengan Syarat Lebih Keras
Willy Haryono • 31 May 2026 10:52
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim versi revisi dari proposal kerangka perdamaian kepada Iran dengan syarat yang lebih keras di tengah upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Menurut laporan The New York Times pada Sabtu, 30 Mei 2026, Trump mengubah sejumlah bagian dalam rancangan kesepakatan tersebut sebelum mengirimkannya kembali ke Tehran untuk dipertimbangkan.
Laporan yang mengutip tiga pejabat yang mengetahui proses negosiasi itu tidak menjelaskan secara rinci perubahan apa saja yang dilakukan terhadap dokumen tersebut.
Sejumlah pejabat menyebut Trump memiliki kekhawatiran terhadap ketentuan yang memungkinkan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Trump sebelumnya juga pernah mengkritik langkah serupa dalam kesepakatan nuklir Iran 2015 yang dinegosiasikan pada era Presiden Barack Obama.
Selain itu, Trump disebut mulai frustrasi dengan lambatnya respons Iran terhadap berbagai proposal AS yang disampaikan melalui mediator, termasuk pejabat Pakistan.
Salah satu pejabat mengatakan revisi proposal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Tehran agar segera menerima kerangka kesepakatan yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk mendapatkan persetujuan.
Namun, laporan itu menyebut komunikasi dengan jajaran kepemimpinan tertinggi Iran masih berjalan sulit sehingga berpotensi memicu penundaan tambahan jika kembali terjadi perubahan pada dokumen yang digambarkan sebagai nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
The New York Times juga melaporkan bahwa isu-isu yang lebih sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya.
Trump pada Jumat menggelar rapat selama dua jam bersama para penasihat senior di Situation Room Gedung Putih guna membahas upaya mengakhiri perang.
Meski demikian, tidak ada pengumuman resmi yang disampaikan usai pertemuan tersebut.
Baca juga: AS Lumpuhkan Kapal Menuju Iran dengan Rudal Hellfire di Teluk Oman