Ilustrasi Pexels
Daging Kurban Rawan Terkontaminasi, Catat Tips Penanganannya
Muhamad Marup • 26 May 2026 16:06
Jakarta: Hari Raya Iduladha selalu meriah karena diisi dengan aktivitas pembagian daging kurban. Meski demikian, daging kurban rawan terkontaminasi apalagi jika proses penyembelihan dan distribusi dilakukan sembarangan.
Penyembelihan hewan di Indonesia masih menggunakan metode tradisional yang berisiko menimbulkan kontaminasi apabila tidak dilakukan dengan sanitasi dan penanganan yang tepat. Proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban masih kerap dilakukan di ruang terbuka dengan standar sanitasi yang minim.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Mustofa Helmi Effendi dan Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Muhamad Baihaqi menjelaskan membagikan tips ditribusi daging kurban baik. Metrotvnews.com telah merangkumnya sebagai berikut.
Tips penanganan daging kurban
- Pisahkan area kotor seperti lokasi penyembelihan dan pengulitan dengan area bersih untuk pemotongan serta pengemasan daging.
- Daging tidak diletakkan di tanah.
- Pakai plastik yang food grade.
- Daging dan jeroan tidak dicampur dalam satu kemasan.
- Potong daging menjadi bagian-bagian kecil sebelum dimasukkan ke dalam lemari pendingin atau freezer.
- Daging yang telah dipotong sebaiknya segera dibagikan kepada penerima manfaat.
Edukasi dan inovasi
Mustofa menekankan bahwa standar keamanan pangan di Indonesia harus mengacu pada prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. Konsep kehalalan menjadi prioritas utama khususnya dalam proses penyembelihan hewan kurban.Ia menilai, masyarakat memerlukan edukasi terkait pemahaman prinsip ASUH. Dengan demikian, daging kurban tidak hanya memenuhi aspek ibadah dan sosial, tetapi juga yang menghasilkan produk halal yang aman dan berkualitas.
"Jika konsep ini sudah menjadi bagian dari proses penyelenggaraan ibadah hewan kurban, maka insya Allah daging yang dihasilkan adalah daging yang aman, sehat, utuh, dan halal," katanya.

Ilustrasi Pexels
Sementara itu, Baihaqi menerangkan, sejumlah lembaga kurban mulai mengembangkan inovasi pengolahan daging menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng. Namun, cara tersebut membutuhkan biaya dan peralatan yang lebih besar dibanding pembagian daging mentah.
"Penanganan yang baik tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab," tuturnya.