Masjid Istiqlal Gunakan Data dalam Pendistribusian Daging Kurban

Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Foto: Antara.

Masjid Istiqlal Gunakan Data dalam Pendistribusian Daging Kurban

Anggi Tondi Martaon • 26 May 2026 13:22

Jakarta: Masjid Istiqlal menggunakan data dalam penyaluran daging kurban Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan agar pendistribusian tepat sasaran kepada para penerima manfaat yang paling membutuhkan.

“Insya Allah tidak akan ada satu bentuk pemberian kepada yang tidak tepat karena kita sudah daftar by name by address,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026. 

Menteri Agama (Menag) itu menjelaskan pembagian daging kurban tidak akan langsung diberikan di Istiqlal. Tetapi melalui masjid-masjid masyarakat binaan Istiqlal. 

Selain masjid, daging kurban juga bakal disalurkan ke panti asuhan, pesantren, perguruan tinggi, majelis taklim, hingga lembaga ormas Islam.

Sistem distribusi tersebut diambil agar esensi ibadah kurban dapat langsung dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

“Daging-daging hewan itu nanti diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan. Banyak warga masyarakat kita di Indonesia ini mungkin sulit mendapatkan daging atau mengonsumsinya,” ungkap Nasaruddin.

Selain manajemen distribusi, Nasaruddin menyoroti aspek higienitas dan kelestarian lingkungan dalam proses penyembelihan di Masjid Istiqlal. Menurut dia, area pemotongan di Masjid Istiqlal telah dirancang secara modern sejak awal pembangunannya oleh Presiden pertama RI Soekarno.

“Di Istiqlal tempat pemotongannya ini memang dirancang sejak awal oleh Bung Karno yang sebagai seorang engineer jangan hanya membangun masjidnya tetapi seluruh fasilitas yang berkaitan dengan masjid juga harus disiapkan termasuk (fasilitas) penyembelihan,” sebut Nasaruddin.

Ilustrasi Masjid Istiqlal. Foto: Antara.

Selaras dengan program ekoteologi, pengelolaan limbah kurban di Istiqlal dipastikan tidak akan mencemari lingkungan sekitar. Termasuk aliran sungai.

Nasaruddin juga mengingatkan pihak pengelola atau panitia kurban agar bekas-bekas penyembelihan bisa segera dibersihkan. Kemudian, kotoran-kotoran hewan kurban bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Insya Allah tidak akan ada pencemaran, tidak ada setetes darah hewan mengalir ke sungai,” ujar Nasaruddin.

(Anggi Tondi)