Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Jumat (20/3/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi 2 Kali Pagi Ini
Whisnu Mardiansyah • 20 March 2026 11:10
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat, 20 Maret 2026, dengan tinggi letusan mencapai hingga 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukijo melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Mukijo dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang seperti dilansir Antara, Jumat, 20 Maret 2026.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.
Baca Juga :
Kawasan Bromo Ditutup Dua Hari saat Nyepi
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik," katanya.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait status tersebut.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Minggu (15/3/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Hal ini terutama berlaku di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.