Kawasan wisata Gunung Bromo. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Kawasan Bromo Ditutup Dua Hari saat Nyepi
Daviq Umar Al Faruq • 19 March 2026 14:43
Malang: Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dipastikan tutup total selama dua hari dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi 2026. Penutupan ini berdampak pada seluruh aktivitas kunjungan wisata di kawasan konservasi tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah keagamaan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Langkah ini juga untuk memastikan suasana khidmat selama Nyepi tetap terjaga tanpa gangguan aktivitas wisata.
“Penutupan total kegiatan wisata akan dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2026 hingga 20 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk menghormati Hari Raya Nyepi, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan khidmat tanpa adanya aktivitas wisata di dalam kawasan taman nasional,” ujar Rudijanta, Kamis, 19 Maret 2026.
Selama masa penutupan, seluruh aktivitas kunjungan wisata dan kegiatan non-esensial dihentikan sementara. Pengelola hanya memberikan pengecualian untuk kegiatan strategis atau penanganan keadaan darurat dengan izin khusus.
Kawasan wisata akan kembali dibuka pada 21 Maret 2026 mulai pukul 12.00 WIB. Pengunjung diimbau menyesuaikan rencana perjalanan agar tidak terdampak kebijakan tersebut.
“Kunjungan wisata akan dibuka kembali mulai 21 Maret 2026 pukul 12.00 WIB,” ujar Rudijanta.

Sejumlah wisatawan mengunjungi objek wisata Ranu Regulo di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (10/1/2024). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Balai Besar TNBTS meminta pelaku jasa wisata dan calon pengunjung untuk memahami kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian alam. Dukungan dari semua pihak dinilai penting agar keberlanjutan kawasan konservasi tetap terjaga.
“Informasi ini disampaikan agar pelaku jasa wisata dan calon pengunjung dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka sesuai jadwal penutupan kawasan. Dengan demikian, diharapkan seluruh pihak dapat mendukung upaya pelestarian alam sekaligus menghormati nilai-nilai adat dan budaya,” ujar Rudijanta.