Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok/Istimewa

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati

Misbahol Munir • 20 March 2026 18:41

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat empati dan kepedulian sosial. Menurutnya, Ramadan bukan hanya sekadar ritual menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih peduli dan berempati.

“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” demikian disampaikan Menag dalam pesan Idulfitri 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026.

Nasaruddin menjelaskan, gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual, yaitu kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan sampai sebelas bulan mendatang.

“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” ungkap Nasaruddin.
 


Ilustrasi Lebaran Idulfitri. Foto: MI/Seno


Ia juga mengingatkan bahwa Idulfitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan, kata Menag, hanya hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.

Karena itu, Nasaruddin mengajak umat Islam untuk tidak membiarkan semangat Ramadan berakhir seiring datangnya Idulfitri. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian yang telah dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” tandas Nasaruddin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Misbahol Munir)