Krisis Selat Hormuz, Trump Ancam NATO dan Desak Tiongkok Kirim Kapal Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory

Krisis Selat Hormuz, Trump Ancam NATO dan Desak Tiongkok Kirim Kapal Perang

Fajar Nugraha • 16 March 2026 10:11

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan peringatan keras kepada sekutu NATO mengenai masa depan yang sangat buruk jika mereka menolak membantu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pada saat wawancara dengan Financial Times, pada Minggu, 15 Maret,  selain kepada NATO, Trump juga mendesak Tiongkok untuk mengambil peran aktif dalam mengamankan jalur pelayaran minyak tersebut.

Trump bahkan mengancam akan menunda rencana pertemuan puncaknya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping jika Beijing tidak segera menentukan posisi mereka terkait krisis ini.

"Tiongkok seharusnya ikut membantu karena 90 persen pasokan minyak mereka berasal dari Selat Hormuz," tegas Trump, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 16 Maret 2026.

Ia mengatakan lebih memilih untuk mengetahui sikap Beijing sebelum kunjungan resminya ke Tiongkok yang dijadwalkan akhir Maret ini.

Trump menekankan bahwa negara-negara yang mendapatkan keuntungan ekonomi dari jalur pelayaran tersebut memikul tanggung jawab keamanan yang sama. Ia menyerukan kepada Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengerahkan kapal perang ke wilayah Teluk.

Bantuan yang diminta mencakup kapal penyapu ranjau dan aset militer untuk menghalau serangan drone serta ranjau laut Iran. Trump mengeklaim militer AS telah melumpuhkan kekuatan utama Iran. "Mereka tidak punya apa-apa lagi selain membuat sedikit kekacauan di Selat Hormuz," ujar Trump.

Guna menekan Teheran, Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi Iran. Fokus utama target adalah Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.

"Kami bisa menghantam titik itu dalam lima menit, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," kata Trump.

Secara khusus, Trump melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Ia merasa kecewa karena London dinilai ragu-ragu untuk mengirimkan bantuan militer di saat awal konflik dibutuhkan. Menurut Trump, Inggris baru menawarkan bantuan kapal setelah kemampuan militer Iran sudah jauh berkurang akibat serangan AS.

Situasi di Selat Hormuz saat ini hampir melumpuhkan jalur perdagangan global. Jalur perairan sempit antara Iran dan Oman tersebut biasanya menjadi lintasan bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum akhirnya ditutup efektif oleh Iran pascaserangan gabungan AS-Israel dua pekan lalu.

Hingga saat ini, baik Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan terbaru Trump mengenai penundaan pertemuan puncak tersebut.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)