Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
Pemkot Jaktim Tangkap 1,83 Ton Ikan Sapu-sapu di 10 Kecamatan
Siti Yona Hukmana • 21 April 2026 14:16
Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menangkap 1.831 kilogram atau 1,83 ton ikan sapu-sapu bersama warga. Penangkapan dilakukan di sejumlah titik perairan di 10 kecamatan sebagai upaya pengendalian ikan invasif tersebut.
"Ini menunjukkan hasil signifikan berkat kolaborasi antara petugas dan masyarakat. Dalam kegiatan yang melibatkan 70 personel gabungan, sebanyak 1,83 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari sejumlah titik perairan di 10 kecamatan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur Fauzi di Jakarta Timur, dilansir Antara, Selasa, 21 April 2026.
Menurutnya, ikan sapu-sapu bukan hanya merusak habitat perairan, tetapi berpotensi mengganggu infrastruktur seperti tanggul. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga suku dinas terkait. Fauzi menambahkan, tingginya populasi ikan sapu-sapu membuat langkah pengendalian tidak bisa dilakukan secara parsial.
"Pengendalian ikan sapu-sapu masih akan dilanjutkan karena jumlahnya yang sangat banyak hingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem," ungkap Fauzi.
Data menunjukkan, Kecamatan Makasar menjadi wilayah dengan kontribusi tangkapan terbesar, yakni 481,55 kilogram. Disusul Kecamatan Ciracas dengan 280 kilogram, lalu Kecamatan Cakung sebanyak 240,6 kilogram. Ketiga wilayah ini menjadi fokus utama karena tingginya populasi ikan sapu-sapu di perairan setempat.

Ikan sapu-sapu. Foto: Dok. Antara.
Wilayah lainnya juga mencatat angka tangkapan yang cukup signifikan, seperti Pasar Rebo 178 kilogram, Cipayung 189 kilogram, Kramat Jati 137,8 kilogram, Jatinegara 126,15 kilogram, Matraman 87 kilogram, Duren Sawit 64,5 kilogram, Pulogadung 47,2 kilogram. Kemudian di Kecamatan Cipayung, keterlibatan warga terlihat dari penyebaran hasil tangkapan di delapan kelurahan.
Kelurahan Cipayung mencatat tangkapan tertinggi sebesar 56 kilogram, diikuti Pondok Ranggon 40 kilogram, Setu 31 kilogram, Munjul 28,4 kilogram, Cilangkap 14,4 kilogram, Lubang Buaya 9,3 kilogram, Ceger 5,5 kilogram, dan Bambu Apus 4,4 kilogram. Fauzi berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini dapat terus diperkuat agar pengendalian ikan sapu-sapu semakin efektif.
"Kita sangat perlu menjaga perairan kita agar ekosistemnya berjalan dengan baik dan dapat menjadi rumah bagi habitat lainnya," kata Fauzi.
Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam setiap program pelestarian lingkungan, termasuk dalam pengendalian spesies invasif yang berpotensi merusak ekosistem.