Top 5 Ekonomi: Gaji PNS Naik dan Dirapel hingga Permintaan Dolar AS Masih Tinggi

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Top 5 Ekonomi: Gaji PNS Naik dan Dirapel hingga Permintaan Dolar AS Masih Tinggi

Husen Miftahudin • 28 April 2026 07:00

Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Senin, 27 April 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari pernyataan Taspen terkait gaji PNS yang naik dan dirapel pada 1 Mei hingga permintaan dolar AS masih tinggi.

Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Gaji PNS Naik dan Dirapel pada 1 Mei? Begini Kata Taspen

Ramainya informasi simpang siur tentang gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan naik dan rapel. Hal ini membuat PT Taspen (Persero) membuka suara bahwa kabar tersebut merupakan tidak benar atau hoaks.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Catat! Ini Harga BBM di Pertamina, Shell, BP, hingga Vivo per Senin 27 April 2026

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi mengalami kenaikan per Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini merupakan dampak lonjakan harga minyak dunia imbas konflik Amerika Serikat (AS)-Iran di Timur Tengah.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Batas Waktu Segera Berakhir, Begini Cara Lapor SPT Lewat Coretax

Tenggat pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tinggal menghitung hari. Wajib pajak orang pribadi punya batas waktu melaporkan pajak hingga Rabu, 30 April 2026.

Baca berita selengkapnya di sini.
 

Baca juga: Purbaya Yakin Ekonomi Tumbuh 5,7% hingga Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat

4. Turun Tipis, Permintaan Dolar AS Masih Tinggi

Dolar AS mendapat dukungan dari permintaan safe-haven karena gencatan senjata berada di bawah tekanan yang meningkat, sementara Israel dan Hezbollah telah meningkatkan serangan satu sama lain.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Kurangi Impor LPG, Bahlil: Pemerintah Kaji Pengembangan CNG

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah membahas pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG).

Baca berita selengkapnya di sini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)