Pasukan Irak berpatroli di Fallujah. (Anadolu Agency)
Irak Pindahkan Tahanan ISIS dari Suriah, Bentuk Komite Keamanan Terpadu
Willy Haryono • 27 January 2026 16:22
Baghdad: Dewan Menteri Keamanan Nasional Irak pada Senin kemarin menyetujui pembentukan komite keamanan terpadu untuk mengawasi pemindahan anggota kelompok teroris ISIS dari fasilitas penahanan di Suriah ke penjara-penjara di wilayah Irak. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh elemen teroris tersebut dapat diproses secara hukum hingga tuntas di bawah yurisdiksi pemerintah Irak.
Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah murni keamanan yang bertujuan melindungi stabilitas dalam negeri.
Menurutnya, komite keamanan terpadu itu akan menyusun peta jalan terintegrasi untuk mengelola proses pemindahan serta penanganan para tahanan selama berada di bawah pengawasan otoritas Irak.
“Keputusan untuk memindahkan mereka bertujuan murni untuk keamanan dan perlindungan kedaulatan Irak,” tegas al-Sudani.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan telah memulai misi pemindahan ini sejak pekan lalu. Pada tahap awal, pasukan Amerika Serikat mengangkut sekitar 150 anggota ISIS dari fasilitas penahanan di Provinsi Hasakah, Suriah timur laut, ke lokasi penahanan yang dinilai lebih aman di Irak.
Secara keseluruhan, terdapat rencana pemindahan hingga 7.000 tahanan ISIS dari Suriah ke fasilitas yang dikelola pemerintah Irak. Para tahanan tersebut sebelumnya ditahan di kamp-kamp yang diawasi oleh pasukan Kurdi Suriah dengan dukungan koalisi internasional pimpinan AS.
PM al-Sudani menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan dengan koalisi internasional dalam menangani isu ini. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab terhadap warga negara asing yang terafiliasi dengan ISIS dan saat ini ditahan di kawasan Suriah dan Irak.
Dalam pertemuannya dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Atul Khare, al-Sudani menegaskan bahwa penempatan tahanan ISIS dari Suriah di penjara Irak bersifat sementara. Pemerintah Irak meminta negara-negara asal para tahanan tersebut untuk segera memulangkan warga negara mereka masing-masing.
Pemerintah Irak menyatakan langkah pemindahan ini bertujuan mencegah potensi pelarian massal dari fasilitas penahanan di Suriah yang dinilai memiliki tingkat keamanan rendah, sekaligus memastikan para pelaku kejahatan terorisme tetap berada di balik jeruji besi hingga menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis pengadilan. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Irak Perketat Perbatasan Suriah Usai Ratusan Tahanan ISIS Kabur dari Penjara