RS M Djamil Padang menangani pasien rujukan yang merupakan korban banjir bandang di Solok, Sumatra Barat (Sumbar) pada Senin, 21 September 2026. ANTARA/HO-MDjamilPadang
Korban Banjir Bandang Solok Mengalami Multiple Trauma Dirujuk ke RS M Djamil Padang
Silvana Febiari • 23 September 2026 11:15
Solok: Salah satu korban bencana banjir bandang di Solok, Sumatra Barat (Sumbar) dirujuk ke Rumah Sakit (RS) M Djamil Padang. Pasien yang dirujuk tersebut adalah Muhammad Nurzein, laki-laki berusia 56 tahun yang sebelumnya ditangani Semen Padang Hospital.
"Memang benar ada satu korban yang dirujuk kemarin, Rumah Sakit M Djamil akan berusaha secara maksimal untuk menyembuhkan korban," kata Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M Djamil Padang Rizki Rasyidi, dilansir dari Antara, Rabu, 23 September 2026.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Muhammad Nurzein mengalami multiple trauma atau cedera pada beberapa bagian tubuh, meliputi dada (trauma toraks) dan perut (trauma abdomen). Pasien juga mengalami "open fracture calcaneus dextra" yaitu kondisi patah tulang terbuka pada tulang tumit kaki kanan.
Banjir bandang yang menerjang pada Senin malam, 21 September 2026 itu juga membuat korban mengalami syok hipovolemik. Namun, syok hipovolemik pasien kini telah mengalami perbaikan.
"Meskipun kondisi syok hipovolemiknya telah membaik, pasien masih membutuhkan pemantauan dan penanganan karena tubuhnya mengalami beberapa jenis cedera sekaligus," jelasnya.

Foto udara dampak banjir bandang menerjang kawasan Nagari Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. ANTARA/Fandi Yogari
RS M Djamil Padang akan menangani pasien dengan multiple trauma secara menyeluruh. Penanganan akan diprioritaskan berdasarkan kondisi yang paling membutuhkan tindakan segera.
"Sebagai rumah sakit rujukan kami akan memberikan pelayanan dan penanganan medis yang optimal bagi korban bencana, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien," ungkapnya.
Komitmen diwujudkan melalui kesiapan tim medis, pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan, serta koordinasi dalam setiap tahapan penanganan agar pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan berkesinambungan.