Lansia di Cirebon Tewas Diduga Terbakar saat Bakar Lahan

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi lansia terbakar di Cirebon. (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Lansia di Cirebon Tewas Diduga Terbakar saat Bakar Lahan

Ahmad Rofahan • 21 September 2026 11:15

Cirebon: Seorang pria lanjut usia (lansia), M. Sidik, 78, ditemukan meninggal dunia di lahan kebunnya di Blok Seket Bata, Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Minggu sore, 20 September 2026. Korban ditemukan warga sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi tertelungkup, dengan sejumlah luka bakar di bagian belakang kepala, punggung, kedua tangan, hingga kedua kaki. 

“Saya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 15.00 WIB bahwa ada orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diduga terbakar di kebun,” ujar Ketua RT setempat, Nasihun, Senin, 21 September 2026.

Setelah menerima informasi tersebut, Nasihun kemudian menghubungi perangkat Desa Sindanglaut. Bersama perangkat desa, ia mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.

Dari informasi yang dihimpun, korban sebelumnya meninggalkan rumah sekitar pukul 12.00 WIB. Korban pergi ke kebunnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah untuk mencari kayu bakar.

Kapolsek Lemahabang AKP Nuryana mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya bersama petugas terkait langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

“Dari pemeriksaan awal ditemukan luka bakar pada bagian belakang kepala, punggung, kedua tangan, dan kedua kaki. Tidak ditemukan luka yang mengarah pada kekerasan akibat benda tumpul maupun senjata tajam,” jelasnya.

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi lansia terbakar di Cirebon. (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Sementara itu, pihak keluarga menduga korban sedang membersihkan kebun dengan cara membakar ranting dan kayu yang dikumpulkannya. Anak korban, Sumiyati, mengatakan ayahnya memang punya kebiasaan pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar meski usianya sudah lanjut.

“Bapak memang setiap hari biasa pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar. Kemungkinan saat itu sedang mengumpulkan ranting kemudian membakar rumput kering untuk membersihkan kebun,” ungkap Sumiyati.

Menurut keluarga, kondisi cuaca yang panas diduga membuat api dengan cepat membesar. Korban kemudian diduga panik dan terjatuh sehingga tubuhnya ikut terbakar. Pihak keluarga telah menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Jenazah M. Sidik selanjutnya dibawa ke rumah duka dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Meski demikian, dugaan korban meninggal akibat terbakar saat membersihkan kebun masih berdasarkan keterangan awal dan dugaan keluarga. Petugas tetap melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.

(Lukman Diah Sari)