Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Minggu (14/6/2025). ANTARA/HO-PVMBG
PVMBG Catat 30 Gempa Letusan Semeru dalam 6 Jam
Lukman Diah Sari • 22 September 2026 13:55
Lumajang: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur terpantau masih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 30 kali gempa letusan dalam enam jam, pada Selasa, 22 September 2026.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Yadi Yuliandi, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pengamatan pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Gempa letusan yang terekam memiliki amplitudo 10-22 mm dengan durasi 69-146 detik.
"Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati," kata Yadi dalam laporan resmi PVMBG, Selasa, 22 September 2026.

Visual Gunung Semeru, pada Selasa, 22 September 2026, tertutup kabut. (PVMBG)
Meski seismograf mencatat puluhan gempa letusan serta gempa guguran, tinggi letusan, warna abu, hingga arah dan jarak guguran tidak dapat teramati secara visual. Pada periode pengamatan tersebut, cuaca terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah timur laut dan suhu udara berkisar 19-22 derajat Celsius.
Selain gempa letusan, alat perekam kegempaan PVMBG juga mencatat sejumlah aktivitas lain. Di antaranya 9 kali gempa guguran, 3 kali gempa embusan, 1 kali gempa harmonik, dan 2 kali gempa tektonik jauh.
PVMBG menyebut Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
"Masyarakat tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," tegas laporan tersebut.
PVMBG juga mengimbau warga agar terus mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar. Terutama di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.