Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)
Cuaca Buruk Ancam Jalur Pelayaran Maluku Utara, Gelombang Capai 3,5 Meter
Lukman Diah Sari • 17 February 2026 08:58
Ternate: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan tinggi gelombang dan penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk di wilayah perairan Maluku Utara. Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Dewi Makhrantika Madiong mengatakan, kondisi cuaca ke depan berpotensi mempengaruhi sejumlah jalur pelayaran di Maluku Utara, karena adanya cuaca buruk disertai gelombang tinggi.
"Tinggi gelombang di sejumlah jalur pelayaran berkisar antara 0,25 hingga 2,5 meter, bahkan di beberapa wilayah berpotensi mencapai 2,5 hingga 3,5 meter. BMKG juga mengingatkan bahwa tinggi gelombang maksimum dapat mencapai dua kali dari angka yang tertera," ujar Dewi di Ternate, Selasa, 17 Februari 2026, melansir Antara.
- ?Ternate – Jailolo, Ternate – Sidangoli, Ternate – Hiri, Ternate – Batang Dua – Bitung, Ternate – Sofifi – Dowora, Ternate – Rum, Ternate – Loleo, Ternate – Dama, Ternate – Moti – Makian – Kayoa – Babang Tobelo – Daruba (Morotai), Tobelo – Subaim, Maba – Buli, Weda – Bisui – Tomara, Weda – Mesa – Patani
- Patani – Gebe, Patani – Tobelo, Bacan – Laiwui – Mangole – Sanana, Babang – Saketa
- Sanana – Falabisahaya – Bobong.
Selain itu, BMKG Wilayah Maluku Utara juga mengeluarkan update peringatan dini cuaca pada 17 Februari 2026 pukul 08.57 WIT. Dalam rilis disebutkan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 09.10 WIT.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Halmahera Selatan meliputi Obi Selatan, Obi, Mandioli Selatan, Mandioli Utara, Kepulauan Joronga, Obi Barat, Obi Timur, dan Obi Utara. Selanjutnya di Kabupaten Kepulauan Sula meliputi Mangoli Timur, Sulabesi Barat, Sulabesi Timur, Sulabesi Selatan, Mangoli Utara Timur, Mangoli Tengah, dan Sanana Utara.

Sementara di Kabupaten Pulau Morotai berpotensi terjadi di Morotai Utara dan Morotai Jaya, serta di Kabupaten Pulau Taliabu meliputi Taliabu Utara, Taliabu Selatan, Tabona, Taliabu Barat, Taliabu Barat Laut, Lede, Taliabu Timur, dan Taliabu Timur Selatan. BMKG juga menyebutkan kondisi tersebut dapat meluas ke wilayah Bacan dan sekitarnya, termasuk sejumlah kecamatan lain di Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula.
"Kondisi cuaca ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 11.10 WIT," ungkap Dewi.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal cepat, dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi serta memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum berlayar. Selain itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat dan angin kencang diminta waspada terhadap kemungkinan genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.