Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi . (Dok Jasa Raharja)
Hadapi Mudik Lebaran 2026, Jasa Raharja Kumpulkan Pakar Transportasi
Lukman Diah Sari • 11 March 2026 19:50
Jakarta: PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk "Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi" untuk membahas kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pakar transportasi, di antaranya Ki Darmaningtyas, bersama para akademisi dan perwakilan komunitas transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin serta Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
“Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Bapak Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran. Bagi kami di Jasa Raharja, momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam rilis resmi diterima pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi . (Dok Jasa Raharja)
Ia menjelaskan Jasa Raharja telah menyiapkan berbagai langkah operasional dalam program Siaga Lebaran 2026. Salah satunya melalui mobilisasi sekitar 2.000 personel yang tersebar di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Jasa Raharja juga memperkuat 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan 24 tim yang tersebar di berbagai daerah. Jasa Raharja juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat.
“Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar Awaluddin.
Ia menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kesiapan mudik. “Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak,” ujarnya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Dirut Jasa Raharja yang telah mengundang kami bersama para pakar transportasi dan akademisi untuk mendapatkan saran dan masukan. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman,” jelas dia.
Ia mengatakan seluruh skenario pengamanan mudik telah disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak. Dia memastikan pihaknya siap menjaga masyarakat agar bisa sampai tujuan mudik dengan selamat.
“Sederhana saja: berangkat selamat, pulang juga selamat. Skenario pengamanan di jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, tempat wisata, hingga tempat ibadah telah dikolaborasikan. Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas,” ujar Agus.