Ilustrasi-Sejumlah personel Manggala Agni Daops Siak di Kabupaten Bengkalis, Riau memadamkan kebakaran lahan. ANTARA/HO-Manggala Agni Daops Siak.
Karhutla di Kalteng pada 2026 Berpotensi Lebih Tinggi
Media Indonesia • 9 March 2026 22:35
Palangka Raya: Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib, saat Diseminasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 yang digelar Pemprov Kalteng secara daring melalui Zoom Meeting, Senin, 9 Maret 2026.
Ahmad menerangkan peningkatan potensi karhutla dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal serta kondisi cuaca yang cenderung lebih kering dengan curah hujan di bawah normal.
“Musim kemarau diperkirakan dimulai pada akhir Mei 2026 dengan kondisi yang lebih kering dan durasi yang lebih panjang hingga sekitar lima bulan,” jelasnya.
Baca Juga :
23 Titik Panas Muncul di Sumatra Utara
(1).jpg)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)
Selain itu, terdapat potensi munculnya fenomena El Nino lemah mulai Juni 2026 yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Namun, Ahmad menilai pengalaman dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pengendalian karhutla dapat dilakukan dengan baik berkat sinergi berbagai pihak. Keberhasilan pengendalian saat menghadapi fenomena El Nino moderat pada tahun 2023 menjadi salah satu contoh bahwa upaya deteksi dini dan pemadaman cepat mampu menekan dampak kebakaran.
Ia menambahkan, berbagai program dan kegiatan pengendalian karhutla yang telah dialokasikan dalam anggaran rutin masing-masing instansi menjadi modal awal dalam upaya penanganan pada 2026.
Selain itu, penetapan Status Keadaan Darurat Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku juga dinilai penting untuk memperkuat langkah pengendalian di lapangan, termasuk mempermudah mobilisasi sumber daya dan dukungan operasional dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kalhutla di Kalteng. (MI/SS)