Sejumlah wisatawan bermain di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten. (ANTARA/HO-Pemkab Serang)
Status Siaga Gunung Anak Krakatau Tak Ganggu Wisata Anyer dan Carita
Silvana Febiari • 13 July 2026 12:21
Serang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menyusul status Level III (Siaga) Gunung Anak Krakatau (GAK). Masyarakat diminta tidak panik karena aktivitas pariwisata di kawasan Anyer dan Carita tetap aman.
Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan fokus pemerintah tidak hanya pada pemantauan aktivitas erupsi GAK, tetapi juga pada pematangan strategi antisipasi dampak sekunder, terutama potensi tsunami.
"Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat setelah Level III status GAK," ujar Lutfi, dilansir dari Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Lutfi menjelaskan masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan. Apabila terdeteksi adanya erupsi yang berpotensi memicu tsunami, sistem peringatan dini telah memperhitungkan waktu emas (golden time) sekitar 40 menit bagi masyarakat pesisir melakukan evakuasi secara aman.
BPBD Banten terus memantapkan koordinasi lintas sektor bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan guna memastikan skenario tersebut berjalan lancar.
"Selain itu, BPBD juga memberikan pelatihan evakuasi cepat kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang berjaga di sepanjang garis pantai," paparnya.
Lutfi menegaskan keputusan evakuasi akan selalu didasarkan pada analisis informasi resmi. Erupsi gunung tidak serta-merta mengharuskan masyarakat mengungsi apabila tidak ada indikasi bahaya tsunami.

Petugas Pengamat Gunung Api PVMBG memantau aktivitas GAK melalui layar monitor di Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. ANTARA/Desi Purnama Sari
Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG di Pos Pengamatan GAK, Anggi Nuryo Saputro mengedukasi masyarakat agar tidak menyamakan kondisi gunung saat ini dengan peristiwa masa lalu. Secara morfologi, keadaannya sudah jauh berbeda.
Menurut kajian para ahli, tinggi tubuh GAK saat ini berada di kisaran 158 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tinggi gunung sebelum tsunami Selat Sunda 2018 yang mencapai 337 mdpl.
"Kondisinya tidak sama dengan tahun 2018. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG, yakni dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Semua informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia," ungkap Anggi.
Berkat masifnya edukasi dan penguatan mitigasi dari pemerintah, geliat pariwisata di pesisir Banten tetap berjalan normal.
Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan wisata, seperti Pantai Bandulu di Anyer dan Pantai Pandan di Carita tetap dipadati rombongan wisatawan dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Mereka dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.