Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni K)
Farhan Soal Pelatih Baru Timnas: Nu Penting Menang!
Roni Kurniawan • 13 January 2026 22:43
Bandung: Penunjukan pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, mendapat beragam respons. Salah satunya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menilai identitas atau nama besar pelatih bukanlah persoalan utama. Baginya, tolok ukur keberhasilan di mata publik tetaplah prestasi tim di lapangan.
"Pokoknya mah saya sebagai penggemar sepak bola, apalagi Timnas. Nu penting mah menang. Mau siapa pun pelatihnya, saya setuju. Nu penting menang," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurut Farhan, ekspektasi masyarakat terhadap Timnas Indonesia saat ini sangat tinggi. Oleh karena itu, hasil di lapangan menjadi tolok ukur utama, terlepas dari latar belakang maupun metode kepelatihan yang diterapkan pelatih anyar tersebut.
Selain menyoroti pelatih baru, Farhan juga menanggapi peluang pemain Persib Bandung untuk memperkuat Timnas Indonesia. Khususnya dalam konteks skema naturalisasi yang tengah dijalankan PSSI.
Farhan mengatakan, mayoritas pemain naturalisasi memang sejak awal disiapkan untuk kebutuhan tim nasional. Klub, termasuk Persib Bandung, harus memahami dan menyadari konsekuensi dari kebijakan tersebut.
"Para pemain kita ini kan dalam skema. Kita tahu pemain naturalisasi banyak, dan mereka masuk naturalisasi karena memang disiapkan untuk timnas," ujar Farhan.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. Foto: Instagram @garuda.futboll
Farhan menilai Persib Bandung harus selalu siap merelakan para pemain andalannya yang telah berstatus naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun prestasi sepak bola nasional.
"Persib harus siap sedia merelakan para pemain andalan yang sudah naturalisasi itu untuk bermain di timnas. Karena salah satu skema naturalisasi PSSI biasanya menanyakan dulu klub mana yang bersedia menerima pemain natural ini," jelas Farhan.
Farhan menambahkan, semakin banyak pemain naturalisasi yang menjadi tulang punggung tim, maka klub harus semakin siap kehilangan pemain kunci saat agenda tim nasional berlangsung.
"Kalau pemain naturalisasi banyak, ya mau tidak mau kita harus rela pemain-pemain kunci kita menjadi pemain timnas," pungkas Farhan.