Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberangkatkan 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Metro TV/Yona
1.142 Taruna Diterjunkan ke Lokasi Bencana Sumatra, Fokus Bersihkan Lumpur yang Tak Terjangkau
Siti Yona Hukmana • 14 January 2026 18:13
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberangkatkan 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Mereka akan bertugas di empat titik selama tiga bulan.
Seremonial pelepasan dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Jumlah taruna yang dikirim bisa terus bertambah.
"Kita sudah berkoordinasi dari jumlah taruna yang kita sampaikan itu nanti dibagi di beberapa titik. Jadi ada tiga sampai empat titik begitu dengan jumlah tertentu, tapi totalnya kira-kira 1.142. Kita punya 6.000 taruna kurang lebih, jadi nanti kalau Pak Mendagri call lagi ke kita kira-kira untuk ditambahkan, kita siap untuk itu. Itu intinya," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 14 Januari 2026.
Sakti telah keliling melihat langsung kondisi bencana di Sumatra selama seminggu. Dia mengakui medannya sangat sulit.
Dia menyebut taruna yang dikerahkan sudah dibekali seluruh keperluan agar tidak sakit dan dapat memberikan bantuan dengan maksimal."Kita akan berikan juga sebagai satu kredit 8 SKS kepada taruna, karena mereka nanti selama tiga bulan berada di sana," ujar Sakti.
Tugas ribuan taruna itu masih menunggu arahan dari Mendagri Tito Karnavian selaku Kasatgas. Salah satu tugas utamanya membantu pembersihan lumpur di lokasi yang tidak bisa dijangkau alat berat, seperti gang-gang dan rumah warga.
"Karena lumpurnya kan tinggi-tinggi ya, lalu kemudian dan banyak sekali, tapi tentu tugas utamanya nanti tergantung dari Pak Ketua Satgas," ungkap Sakti.
Baca Juga:
52 Kabupaten Kota Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana Sumatra |
%20memberangkatkan%201_142%20taruna%20satuan%20pendidikan%20vokasi%20untuk%20membantu%20penanganan%20bencana%20di%20Sumatra.jpeg)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberangkatkan 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Metro TV/Yona
Sementara itu, Tito Karnavian menambahkan dari 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana, ada tujuh yang perlu perhatian serius di Aceh. Rinciannya, empat wilayah ada di lowland atau dataran rendah yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya.
Dengan permasalahan utamanya adalah limpahan lumpur dari sungai. Sementara tiga di highland atau dataran tinggi berada di Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, dengan permasalahan utamanya longsor-longsor, jembatan putus, jalan tertutup.
Lumpur juga masih banyak di Sumatra, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Kemudian di Tapanuli Utara masih ada tanah longsor. Sedangkan, di Sumatra Barat lumpur juga masih banyak di Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Pariaman.
Penanganan lumpur ini tidak bisa hanya mengandalkan alat berat, karena ada di gang-gang dan rumah warga. Perlu tenaga manusia untuk membersihkannya. Tito mengaku telah mengajukan kepada Polri untuk mengirimkan pasukan sekitar 5.000 orang, namun baru 1.000 lebih yang dikirim.
Permintaan juga disampaikan kepada TNI dengan jumlah 10 ribu, namun baru 2.000 pasukan yang dikirim. Di samping itu, IPDN juga dikirim 1.000 orang, Badan Pusat Statistik untuk mendata warga kurang mampu dan rumah rusak 500 orang. Termasuk, KKP mengirimkan 1.142 taruna.
"Nah kita harapkan nanti mereka sampai sana nomor satu adalah pembersihan lumpur yang door to door tadi ya dikeroyok ramai-ramai. Saya yakin kalau kekuatannya cukup, dua minggu juga udah selesai di sana. Nah ini ditambah-tambah alat berat nanti. Ini nomor satu semua tugasnya," ujar Tito.