52 Kabupaten Kota Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana Sumatra

Mendagri Tito Karnavian. Foto: Metro TV/Siti Yona

52 Kabupaten Kota Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana Sumatra

Siti Yona Hukmana • 14 January 2026 15:07

Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan sebaran wilayah terdampak bencana di Sumatra, yang menjadi fokus pemerintah. Adapun, dari sejumlah wilayah sudah ada beberapa mengalami perbaikan signifikan.

Tito mengungkapkan ada 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Rinciannya, 18 kabupaten/kota masing-masing ada di Aceh dan Sumatra Utara, dan 16 kabupaten/kota di Sumatra Barat.

"Berkat usaha mobilisasi nasional yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), banyak sekali pemulihan yang sudah terjadi. Ada beberapa kabupaten/kota yang sudah pulih sepenuhnya, ada yang setengah pulih, dan ada yang memerlukan atensi untuk dikeroyok ramai-ramai," kata Tito di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 14 Januari 2026.

Tito membeberkan penanganan bencana di Sumatra Barat saat ini fokus di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pariaman, dan Pesisir Selatan. Sementara itu, di Sumatra Utara, hampir sebagian besar sudah pulih. Namun, fokus penanganan di lima daerah saja, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
 


Sedangkan di Aceh, dari 22 kabupaten/kota yang terdampak masih ada 18 yang perlu perhatian khusus. Terutama di gunung dan dataran rendah. Seperti di gunung masalah utamanya adalah longsor, yang mengakibatkan jalan dan jembatan putus, sehingga masyarakat terkunci dan terjadi kekurangan logistik.

"Tapi sudah didukung oleh semua kekuatan, normalisasi jalan, jembatan sebagian besar sudah. Sehingga, sudah tembus meskipun masih bersifat temporer sebagian, logistik sudah cukup. Enggak ada terlalu banyak banjir di sana, yang ada adalah longsoran yang menutup," ungkap Tito.


Mendagri Tito Karnavian. Foto: Metro TV/Siti Yona

Sementara itu, terkait daerah di dataran rendah, Tito menyebut masalah utamanya adalah tumpukan lumpur-lumpur yang mengakibatkan jalan, rumah, fasilitas umum, sekolah, puskesmas, rumah sakit, bahkan kantor pemerintahan tertutup. Bahkan, sungai-sungai penuh dengan lumpur, yang sebelumnya kedalaman 4 meter sekarang bisa dilalui pejalan kaki.

Dari 18 daerah di Aceh yang menjadi perhatian khusus, ada tujuh yang paling difokuskan. Yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues di pegunungan, Aceh Tengah, Takengon, dan Bener Meriah.

Hal ini disampaikan Tito yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana, saat menghadiri pelepasan taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Total ada 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi yang akan membantu merekonstruksi fasilitas umum pasca bencana, seperti membersihkan lumpur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)