Mendagri Beberkan Hasil Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Metro TV/Siti Yona

Mendagri Beberkan Hasil Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Siti Yona Hukmana • 14 January 2026 14:56

Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana, Tito Karnavian menyebut percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra, menunjukkan perbaikan.

Hal ini disampaikan Tito saat menghadiri pelepasan taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Tito mengatakan perbaikan mulai terasa setelah hampir hari ke 50 pascabencana, sejak 25 November 2025. 

"Jalan-jalan yang longsor sudah banyak yang diperbaiki. Kemudian juga fasilitas umum, sekolah, rumah sakit, kantor-kantor pemerintahan yang tadinya terkurung seperti di daerah Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Takengon, sudah terbuka meskipun bersifat sementara," kata Tito di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 14 Januari 2026.
 


Jembatan-jembatan putus sudah dibangun dengan cepat oleh TNI-Polri dan Pekerjaan Umum (PU). Tito mengungkapkan dalam catatannya di tiga provinsi, baik Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ada sekitar 52 kabupaten/kota yang terdampak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Metro TV/Siti Yona

Sebanyak 18 kabupaten/kota masing-masing ada di Aceh dan Sumatra Utara, sedangkan wilayah yang terdampak di Sumatra Barat ada 16 kabupaten/kota.

Menurutnya, berkat usaha mobilisasi nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, banyak sekali pemulihan yang sudah terjadi. Ada beberapa kabupaten/kota yang sudah pulih sepenuhnya, ada yang setengah pulih, dan ada yang memerlukan atensi untuk dikeroyok ramai-ramai.

Tito mengapresiasi KKP mengerahkan 1.142 taruna satuan pendidikan vokasi untuk membantu penanganan bencana di Sumatra. Ribuan personel itu akan fokus membantu rekonstruksi fasilitas umum pasca bencana, seperti membersihkan lumpur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)