Gubernur Andra Soni Bidik Pemerataan Ekonomi Lewat Program MBG

Gubernur Banten Andra Soni (baju putih) dalam forum diskusi 'Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times'. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.

Gubernur Andra Soni Bidik Pemerataan Ekonomi Lewat Program MBG

Husen Miftahudin • 15 January 2026 10:53

Jakarta: Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan optimisme tinggi dalam menyongsong tahun 2026. Berbicara dalam forum "Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times", Andra menekankan tahun ini akan menjadi titik balik bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Banten, didorong oleh sinkronisasi program pusat dan daerah.

Dalam forum tersebut, salah satu penggerak ekonomi yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Andra menjelaskan, dampak dari program MBG bukan hanya pemenuhan nutrisi, melainkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru.

"Dampak dari program Pak Presiden, salah satunya MBG ini sudah mulai terasa yang artinya ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Dapur-dapur dibangun, tenaga kerja baru, kemudian di dalam MBG tersebut ada harapan, orang bekerja dan ada supplier-supplier baru," ungkap Andra, dalam forum diskusi Semangat Awal Tahun by IDN Times, dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

Andra mengungkap, keberhasilan program ini dibuktikan dengan sudah beroperasinya 800 lebih dapur MBG yang melayani 2,4 juta warga Banten. Tak berhenti di situ, pemerintah bahkan sedang menyiapkan 211 dapur untuk segera beroperasi di bulan depan.

"Contoh, saya sederhanakan saja, pada 2025 total 800 dapur lebih yang selesai dibangun dan sudah beroperasional. Saat ini sedang persiapan kurang lebih ada 211 yang akan beroperasi dalam satu sampai dua bulan ke depan. Berikutnya, sampai kurang lebih sekitar 1.300 dapur yang hari ini sudah memberikan manfaat kepada 2,4 juta warga Banten," ujar dia.
 
Baca juga: Atasi Darurat Sampah, Andra Soni Siapkan Dua PLTSa di Banten


(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
 

Dorong kemandirian fiskal


Andra meyakini, efek dari MBG dan program lain termasuk Koperasi Desa (Kopdes) dapat berdampak ke pertumbuhan ekonomi. Dirinya menjelaskan, selama ini pertumbuhan ekonomi di Banten masih terpusat di Tangerang Raya yang terlihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Artinya, Pandeglang itu hanya menyumbang 6 persen dari total PDRB Provinsi Banten. Lebak kurang lebih 7-8 persen. Cilegon agak tinggi sedikit tapi masih jauh di bawah Tangerang," tutur dia.

Andra turut menjelaskan, tingkat kemandirian fiskal di Provinsi Banten kini telah mencapai 70 persen. Artinya, mayoritas pembangunan dibiayai oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri.

"Nah Alhamdulillah kalau Provinsi Banten kita sudah 70 persen kemandirian fiskalnya. Artinya, kami membiayai pembangunan 70 persennya itu dari uang kami sendiri dari pendapatan asli daerah," jelas dia. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)