Bendera UEA. (Gulf Today)
UEA Dilaporkan Diam-Diam Menyerang Iran saat Perang Masih Berlangsung
Riza Aslam Khaeron • 12 May 2026 09:42
Abu Dhabi: Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melancarkan serangan militer terhadap Iran selama perang yang berlangsung pada Maret dan April lalu. Hal ini menjadikannya satu-satunya negara selain Amerika Serikat dan Israel yang secara aktif terlibat dalam konflik melawan Republik Islam tersebut.
Serangan tersebut dilaporkan mencakup sasaran terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang terletak di Teluk Persia.
Melansir laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Senin, 11 Mei 2026, serangan yang tidak pernah diakui secara publik oleh UEA itu terjadi pada awal April, berdekatan dengan waktu Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata.
Pada saat itu, Iran mengakui bahwa situs tersebut telah diserang oleh 'musuh yang tidak disebutkan namanya', yang kemudian dibalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah UEA dan Kuwait. Serangan di Pulau Lavan merupakan satu-satunya contoh spesifik mengenai partisipasi UEA dalam perang yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Salah satu sumber mengatakan kepada WSJ bahwa Washington menerima secara positif keterlibatan Abu Dhabi, terutama setelah negara-negara Teluk lainnya menolak untuk bergabung secara aktif dalam konflik tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA menolak memberikan komentar terkait laporan serangan ini, namun mereka menegaskan kembali pernyataan sebelumnya bahwa mereka memiliki hak untuk merespons setiap serangan dari Iran. Pihak Pentagon juga menolak memberikan komentar.
| Baca Juga: Pelabuhan Fujairah UEA Diserang Iran, Apa Alasannya? |
Menurut Kementerian Pertahanan Emirat, selama perang AS–Israel melawan Iran, Teheran melancarkan serangan berkelanjutan terhadap UEA dengan menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah, serta lebih dari 2.200 drone.

Serangan terhadap kilang minyak di pulau Lavan, Iran, bulan April. (WANA)
Hal ini menjadikan UEA sebagai negara yang paling banyak menjadi sasaran di kawasan tersebut, melebihi Israel.
UEA melaporkan adanya kemungkinan dimulainya kembali serangan Iran di wilayah mereka dalam sepekan terakhir, seiring dengan indikasi Teheran meningkatkan intensitas serangan di kawasan meskipun berada dalam kondisi gencatan senjata yang rapuh.
Iran, yang telah bersumpah akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut, menargetkan negara-negara di seluruh Teluk dengan tembakan rudal selama perang berlangsung.
Iran juga memblokir Selat Hormuz, yang menghambat jalur utama aliran minyak dan gas alam dunia. Meskipun sebagian besar proyektil yang ditembakkan ke arah UEA berhasil dicegat, beberapa di antaranya dilaporkan menghantam target militer dan sipil.
Pada Maret lalu, beberapa media berbahasa Ibrani sempat melaporkan hampir secara bersamaan bahwa UEA telah menyerang pabrik desalinasi di Iran sebagai respons atas serangan Teheran di seluruh Teluk. Laporan tersebut sempat memicu kemarahan di kalangan pejabat Emirat yang menyebutnya sebagai berita palsu dari media Israel.
Artikel WSJ terbaru ini tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebenaran laporan serangan terhadap pabrik desalinasi tersebut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com