Pelabuhan Fujairah. (EPA via BBC)
Pelabuhan Fujairah UEA Diserang Iran, Apa Alasannya?
Riza Aslam Khaeron • 5 May 2026 15:55
Jakarta: Iran menyerang pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), pada Senin, 4 Mei 2026 waktu setempat. Serangan ini terjadi di tengah kebuntuan diplomasi dalam penyelesaian perang antara Teheran dengan Amerika Serikat (AS).
Serangan tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak global di tengah blokade Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran dan AS. Pada hari yang sama, Washington mengumumkan "Project Freedom" untuk mengawal kapal-kapal yang ingin melintasi blokade Teheran.Serangan ini memicu kecaman keras dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara Arab seperti Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.
Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan bahwa UEA memiliki hak penuh untuk menanggapi serangan tersebut.
Seberapa penting pelabuhan Fujairah? Berikut ini ulasannya.
Seberapa Penting Pelabuhan Fujairah?

Peta jalur pipa minyak jalur alternatif selat hormuz, pipa Abu Dhabi warna hijau. (IEA)
Pelabuhan Fujairah merupakan pelabuhan terbesar di pesisir timur UEA sekaligus pusat pengisian bahan bakar kapal (bunkering) terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data Britannica, hampir separuh dari ekspor minyak harian Uni Emirat Arab dikirim melalui Fujairah.
Pelabuhan ini juga memiliki kapasitas penyimpanan minyak yang besar. Kapasitasnya telah bertambah dari 550.000 meter kubik pada tahun 1994 menjadi hampir 18 juta meter kubik.
Fujairah terhubung dengan ladang minyak Abu Dhabi melalui Pipa Minyak Mentah Abu Dhabi, yang juga dikenal sebagai pipa Habshan–Fujairah. Jalur ini memungkinkan UEA memindahkan minyak mentah dari Abu Dhabi melalui rute darat ke Fujairah, lalu memuatnya ke kapal tanker di Teluk Oman tanpa harus mengirim kapal-kapal tanker tersebut melewati Selat Hormuz.
Hal ini membuat pelabuhan tersebut memiliki nilai strategis untuk menghindari blokade yang tengah berlangsung di selat tersebut, meskipun jalur pipa tersebut belum bisa sepenuhnya menggantikan kapasitas Selat Hormuz.
Berdasarkan Badan Energi Internasional (IEA), pada tahun 2025, hampir 20 juta barel per hari (mb/d) minyak diekspor melalui selat tersebut. Sementara itu, kapasitas yang tersedia untuk mengekspor minyak mentah keluar dari Teluk melalui rute alternatif—seperti pipa Arab Saudi ke Laut Merah dan melalui pipa UEA ke pelabuhan Fujairah—hanya diperkirakan mampu menampung 3,5 hingga 5,5 mb/d.
| Baca Juga: Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei, Apa Alasannya? |
Kenapa Iran Menyerang Pelabuhan Fujairah?
Mengutip sumber militer senior, media penyiaran resmi Iran (IRIB) menyatakan angkatan bersenjata Iran tidak memiliki rencana awal untuk menyerang fasilitas minyak dan menyalahkan kejadian tersebut kepada AS."Apa yang terjadi adalah produk dari petualangan militer AS untuk menciptakan koridor lintasan kapal secara ilegal melalui jalur air yang dilarang di Selat Hormuz," ucap pejabat tersebut, merujuk pada Project Freedom.
Penyerangan Fujairah dapat mengganggu aliran minyak, menaikkan harga, serta memicu krisis energi global. Aksi ini diduga dilakukan untuk memaksa para musuh Iran menghentikan serangan.
Serangan pada hari Senin, 4 Mei 2026, bukanlah pertama kalinya infrastruktur energi Fujairah menjadi sasaran. Pelabuhan tersebut sebelumnya pernah ditargetkan pada 14 Maret. Serangan Iran pada hari Senin ini telah menyebabkan harga minyak global melonjak sekitar 6 persen.
Bukan hanya sekadar menaikkan harga, dengan memaksa fasilitas minyak untuk menghentikan operasional di Fujairah, Iran berharap dapat mengurangi sementara kemampuan UEA dalam menghindari jalur Selat Hormuz. UEA baru saja keluar dari OPEC dan tidak lagi terbelenggu batasan kuota minyak organisasi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com