Sekjen Hizbullah Tolak Kesepakatan Lebanon-Israel yang Dimediasi AS

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem. (Yeni Safak)

Sekjen Hizbullah Tolak Kesepakatan Lebanon-Israel yang Dimediasi AS

Willy Haryono • 28 June 2026 14:21

Beirut: Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menolak perjanjian kerangka yang ditandatangani Lebanon dan Israel di bawah mediasi Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, kesepakatan tersebut tidak berlaku dan Israel harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon sesuai memorandum yang disepakati antara Iran dan AS.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu kemarin, Qassem menyebut perjanjian yang diteken di Washington tidak dapat diterima dan meminta implementasi penuh terhadap memorandum Iran-AS sebagai dasar penyelesaian konflik.

Dikutip dari Yeni Safak, Minggu, 28 Juni 2026, pernyataan tersebut menjadi komentar pertama Qassem sejak Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka di Washington pada lalu, usai putaran kelima perundingan antara kedua pihak.

Qassem juga menolak usulan yang mengaitkan penarikan pasukan Israel dengan pelucutan senjata kelompok perlawanan di Lebanon. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai usulan yang sangat berbahaya dan melampaui seluruh garis merah.

Menurutnya, kebijakan tersebut hanya akan menjadikan Lebanon berada di bawah kendali Israel.

Kesepakatan yang dimediasi AS itu bertujuan menyelesaikan berbagai isu yang masih diperselisihkan antara Lebanon dan Israel. Perjanjian tersebut ditandatangani di tengah konflik yang masih berlangsung.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai lebih dari 4.000 lainnya.

Kesepakatan tersebut memicu perdebatan di Lebanon. Sejumlah media dan anggota parlemen menyebutnya sebagai langkah bersejarah yang dapat membuka jalan menuju stabilitas. Namun, sebagian pihak lainnya menilai perjanjian itu merupakan bentuk konsesi sepihak kepada Israel.

Baca juga:  Lebanon, Israel, dan AS Teken Kerangka Kesepakatan Trilateral Menuju Perdamaian

(Willy Haryono)