Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf. Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.
Danantara Suntik Rp456 Miliar untuk Lanjutkan 12 Proyek LRT City
Husen Miftahudin • 16 September 2026 10:16
Jakarta: Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan suntikan dana sebesar Rp456 miliar dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan 12 proyek LRT City.
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf mengatakan seluruh proyek di 12 lokasi tersebut direncanakan untuk dilanjutkan, termasuk proyek yang hingga kini belum memulai pembangunan.
"Memang kita ada rencana membangun semuanya, di 12 unit, di 12 titik itu, di 12 lokasi. Ada juga (dari 12 proyek itu) yang sama sekali belum dibangun," kata Amin saat ditemui di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Amin, dana yang disiapkan Danantara saat ini masih diarahkan untuk melanjutkan pembangunan proyek LRT City. Belum terdapat opsi untuk mengembalikan dana tersebut kepada pihak terkait.
"Kita belum ada pilihan untuk itu (pengembalian dana/refund). Nanti sekali lagi, kami menunggu hasil dari inventaris," papar dia.
BP BUMN identifikasi 12 lokasi LRT City
BP BUMN akan melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap kondisi masing-masing proyek di 12 lokasi LRT City. Amin mengatakan proses inventarisasi akan dilakukan dalam waktu dekat untuk menentukan proyek yang layak dilanjutkan serta melihat tingkat penjualan pada masing-masing lokasi.
"Nanti minggu ini sampai minggu depan, saya rencana keliling lokasi itu. Nanti kita identifikasi yang pertama, (proyek) yang pasti yang sangat layak untuk dilanjutkan. Yang kedua juga (proyek yang) memang (tingkat) keterjualannya sudah paling banyak. Tapi memang 12 lokasi itu kita mau bangun semuanya," beber Amin.
Proses inventarisasi tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN untuk memetakan kondisi proyek sekaligus menentukan langkah penyelesaian pembangunan di masing-masing lokasi.
(Proyek LRT City Ciracas. Foto: dok LRT City Ciracas)
Danantara siapkan Rp456 miliar
Danantara Indonesia pada akhir Agustus 2026 menyatakan telah menyiapkan dana Rp456 miliar untuk membantu menyelesaikan persoalan proyek hunian LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
BP BUMN sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PT Adhi Karya, serta perwakilan konsumen LRT City. Dalam pertemuan tersebut, BP BUMN menyatakan akan mengawal penyelesaian persoalan LRT City sesuai lini waktu dan tenggat inventarisasi jumlah konsumen terdampak. Proses inventarisasi tersebut ditargetkan selesai pada awal Oktober 2026.
Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, sekitar 5.400 unit LRT City telah terjual. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Sementara itu, sekitar 2.400 unit lainnya belum dapat diserahterimakan kepada pembeli dan masih tersebar di sejumlah proyek LRT City.
BP BUMN bersama Danantara sebelumnya meminta persoalan LRT City diselesaikan secara menyeluruh dengan tetap mengutamakan hak dan kepentingan konsumen.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria juga meminta Adhi Karya menuntaskan kewajiban serah terima sekitar 2.400 unit yang hingga kini belum diterima pembeli. Dony menegaskan penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh menimbulkan kerugian bagi konsumen, terutama masyarakat yang membeli rumah untuk pertama kalinya.