Adik Ipar Captain Andy Dahananto pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT), Agus Mahardiyanto.
Keluarga Pilot Pesawat ATR 400 Berharap Mukjizat
Hendrik Simorangkir • 19 January 2026 17:21
Tangerang: Keluarga dari Captain Andy Dahananto pilot pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT), yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan berharap adanya mukjizat. Mereka berdoa agar Captain Andy selamat dari kecelakaan tersebut.
Meski pesawat ATR 400 telah ditemukan dalam kondisi hancur, proses evakuasi dan identifikasi oleh tim SAR diharapkan bisa memberikan kabar terbaik bagi keluarga.
"Tidak lain harapan kami adalah adanya mukjizat di kejadian ini, melihat kondisi pesawat mungkin sudah begitu. Tapi saya rasa mukjizat Allah bisa melebihkan itu," ujar Adik Ipar Captain Andy Dahananto, Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Agus menuturkan, pihak keluarga pertama kali mendapat kabar mengenai kecelakaan Captain Andy dari perusahaan tempatnya bekerja. Informasi itu diterima setelah Captain Andy dilaporkan hilang kontak (lost contact).
"Dari pihak perusahaan sudah menghubungi kami menyampaikan bahwa terjadi lost contact. Kami coba pantau terus dan secara perasaan, kalau yang dalam dunia penerbangan namanya lost contact pasti ada sesuatu yang tidak biasa," jelas Agus.
Captain Andy terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada Jumat pagi, 16 Januari 2026. Saat itu, ia memberi kabar akan menjalani penerbangan dengan rute Yogyakarta–Makassar.
"Biasanya selang jam 12.17 WIB sudah landing, tapi sampai jam 13.17 WIB belum landing dan tidak ada kabar kepada keluarga," kata Agus.
Menurut Agus, Captain Andy Dahananto dikenal sebagai sosok yang baik hati, bertanggung jawab, dan penyayang keluarga. Ia mengenang Captain Andy sebagai pribadi yang loyal dan konsisten dalam profesinya. Hal ini terlihat dari perjalanan kariernya di dunia penerbangan selama belasan tahun tanpa catatan negatif di mata keluarga.
"Kami sekali lagi terutama putra-putra beliau sangat bangga dengan semua yang dilakukan baik sebagai profesi dan sosok pemimpin keluarga. Saya sebagai adik, beliau adalah sosok yang sangat-sangat kami banggakan. Beliau konsisten dengan karier beliau di satu perusahaan, bahkan dengan tawaran kanan-kiri dari maskapai lain, beliau masih tetap berpegang bahwa di perusahaan ini beliau percaya," ungkap Agus.

Tim SAR Gabungan saat berada di Gunung Bulusaraung untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, pesawat jenis ATR 400 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), hilang kontak di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
Hingga kini, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat serta dua jenazah korban yang masih dalam proses identifikasi. Proses evakuasi masih menghadapi kendala cuaca buruk dan medan ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung.