Eks KSAU Chappy Hakim Luncurkan Buku National Air Power: Belajar dari Perang Iran-Amerika

Eks KSAU Marsekal (Purn) Chappy Hakim (kiri) dalam peluncuran buku National Air Power: Belajar dari Perang Iran-Amerika. Foto: Metro TV/Hanif Musyaffa.

Eks KSAU Chappy Hakim Luncurkan Buku National Air Power: Belajar dari Perang Iran-Amerika

Anggi Tondi Martaon • 7 May 2026 22:37

Jakarta: Eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Chappy Hakim meluncurkan buku National Air Power: Belajar dari Perang Iran-Amerika. Buku tersebut terinspirasi dari konflik yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat yang tengah berlangsung saat ini.

“Peluncuran buku ini sangat tepat waktunya karena momentumnya bertepatan dengan konflik di Timur Tengah. Makanya judulnya National Air Power: Belajar dari Perang Iran-Amerika," kata Chappy di Batavia Power saat dikutip dari Metro TV, Kamis, 7 Mei 2026.

Chappy menjelaskan tujuannya menulis buku tersebut agar semua pihak menyadari bahwa wilayah udara sebuah negara itu sangat penting untuk dikuasai dan dikelola sendiri. Hal itu juga sudah tercantum dalam Konvensi Chicago 1944 yang mengatakan bahwa kedaulatan negara di udara bersifat complete and exclusive.

"Karena serangan-serangan musuh akan datang dari udara. Sehingga kalau kita tidak menguasai udara, kita berada dalam ancaman," ungkap Chappy.

Oleh karena itu, Chappy mengajak untuk melihat bahwa kedaulatan wilayah udara itu penting. Maka, harus dikelola dengan baik.

"Mari kita membuat long term strategic planning untuk membangun sistem pertahanan nasional, yang di bawahnya ada subsistem bernama Sistem Pertahanan Udara Nasional. Baru dari situ kita bisa mendesain bagaimana memperkuat angkatan perang kita. Angkatan Darat bagaimana, Angkatan Laut bagaimana, dan Angkatan Udara bagaimana," ujar Chappy.

Peluncuran buku National Air Power: Belajar dari perang Iran Amerika. Foto: Metro TV/Hanif Musyaffa.

Selain itu, Chappy mengaku tak memiliki target khusus dengan menulis buku tersebut. Dia hanya ingin berbagi pengalaman terkait pertahanan udara.

"Saya berbagi pengalaman dan sedikit pengetahuan yang saya punya agar saya bisa menjadi bagian dari upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa," sebut Chappy.

(Metro TV/Hanif Musyaffa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)