Harga Emas Berpotensi Koreksi, Investor Perlu Waspadai Sinyal Ini

Ilustrasi emas batangan. Foto: bullionvault.com

Harga Emas Berpotensi Koreksi, Investor Perlu Waspadai Sinyal Ini

Eko Nordiansyah • 13 August 2026 11:35

Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, potensi koreksi jangka pendek mulai terlihat meski faktor fundamental global masih mendukung emas sebagai aset safe haven.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan kondisi teknikal menunjukkan momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga setelah harga gagal mempertahankan posisi di atas area resistance penting. Pelaku pasar disarankan berhati-hati terhadap peluang koreksi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame H4 menunjukkan sinyal pelemahan setelah terjadi false break di area resistance USD4.433. Kegagalan harga bertahan di atas level tersebut mengindikasikan tekanan beli mulai berkurang, sementara aksi jual kembali muncul di area yang sebelumnya menjadi target kenaikan.

"Kondisi seperti ini sering kali menjadi tanda awal pasar sedang kehilangan momentum bullish dalam jangka pendek," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.

Geraldo menjelaskan kegagalan menembus resistance tersebut juga membuka peluang terbentuknya pola Double Top, salah satu pola pembalikan arah dalam analisis teknikal. Pola ini biasanya muncul ketika harga dua kali gagal menembus level tertinggi yang sama.

"Sehingga mengindikasikan kekuatan buyer mulai melemah dan seller berpotensi mengambil alih kendali pasar. Apabila pola tersebut terkonfirmasi, peluang koreksi harga akan semakin besar," kata dia.

Selain potensi Double Top, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang perlu dicermati. Dalam analisis Dupoin Futures, indikator tersebut menunjukkan potensi terbentuknya Bearish Divergence, yaitu kondisi ketika harga masih berada di area tinggi, tetapi momentum indikator mulai melemah.

"Fenomena ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa tren naik mulai kehilangan kekuatan sehingga risiko koreksi menjadi lebih besar," ungkap dia.

Emas berpotensi turun

Berdasarkan kombinasi sejumlah indikator teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) berpeluang bergerak turun menuju area support USD4.359 hingga USD4.313. Zona tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan karena berpotensi menjadi titik munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda.

Meski demikian, Geraldo Kofit menegaskan potensi koreksi saat ini belum tentu menandakan perubahan tren utama menjadi bearish. Pelemahan lebih dipandang sebagai koreksi teknikal setelah harga mengalami reli dalam beberapa waktu terakhir.

"Oleh karena itu, trader disarankan menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi, terutama apabila harga mulai menunjukkan reaksi positif di area support," ujar dia.
(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Minat investor terhadap emas masih tinggi

Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari sejumlah faktor global yang menjaga minat investor terhadap aset safe haven.

Salah satunya berasal dari rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data CPI Juli 2026 menunjukkan inflasi sebesar 3,4 persen secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi inti tercatat 2,5 persen secara tahunan.

Menurut Dupoin Futures, meredanya tekanan inflasi dan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang mendukung emas. Ketika prospek suku bunga tinggi mereda, tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas juga cenderung berkurang.

Selain kebijakan moneter, ketidakpastian terkait perkembangan situasi di Selat Hormuz juga menjadi perhatian investor global. Kondisi geopolitik tersebut turut menjaga permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas.

Dupoin Futures juga mencatat harga emas (XAUUSD) masih berada di level tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan tren jangka menengah masih relatif kuat meski dalam jangka pendek pasar berpotensi mengalami aksi ambil untung setelah reli.

Fokus pelaku pasar selanjutnya diperkirakan masih tertuju pada perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik global. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi arah pergerakan emas berikutnya.

"Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas (XAUUSD) masih didukung oleh sentimen fundamental yang positif, terutama setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai dengan ekspektasi dan ketidakpastian geopolitik tetap menjaga permintaan terhadap aset safe haven," ujar dia.

Namun, dari sisi teknikal, munculnya false break di area USD4.433, potensi terbentuknya pola Double Top, serta sinyal Bearish Divergence pada indikator Stochastic menunjukkan peluang koreksi jangka pendek semakin terbuka.

Oleh sebab itu, Dupoin Futures memproyeksikan emas (XAUUSD) berpotensi bergerak turun menuju area support USD4.359 hingga USD4.313 sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya.

(Eko Nordiansyah)