Unit pesawat TNI AU dikerahkan untuk padamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dokumentasi Bakom RI
Lanud Abdulrachman Saleh Kirim 6 Pesawat Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Whisnu Mardiansyah • 23 August 2026 18:39
Malang: Pemerintah menambah dukungan operasi udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) diberangkatkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Lima pesawat tersebut dikirim menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat operasi penanganan karhutla yang telah berjalan di sejumlah wilayah Kalimantan.
“(Diberangkatkan) menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPByang telah beroperasi di tiga provinsi di Kalimantan,” demikian dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu, 23 Agustus 2026.
Selain mengirimkan lima pesawat, TNI AU menyiagakan sejumlah pesawat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut disiapkan untuk digerakkan sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan kondisi di lapangan.
Baca Juga :
Operasi Darat Jadi Ujung Tombak Penanganan Karhutla 6 Provinsi di Kalimantan dan Sumatra
52 Pesawat Dikerahkan di Enam Provinsi
BNPB mencatat sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di enam provinsi yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Enam provinsi tersebut terdiri atas Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” tulis akun @sekretariat.kabinet.
Penambahan armada udara menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat penanganan karhutla. Operasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemadaman, mengurangi dampak kabut asap, serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, sebelumnya mengatakan dukungan operasi udara diperlukan untuk mempercepat penanganan dan mendukung pemadaman dari darat.
.jpeg)
Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. BNPB
"Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas," ujar Berton.
Menurut Berton, wilayah Kalimantan masih menjadi salah satu fokus utama penanganan karhutla. Sejumlah kejadian kebakaran baru dilaporkan muncul, terutama di Kalimantan Timur.
BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla. Langkah tersebut meliputi peningkatan pemantauan, deteksi dini, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, terutama kebakaran hutan dan lahan.