Ratusan Warga Kampung Bayam Keluhkan Tempat Hunian Sementara

Kondisi hunian sementara warga eks Kampung Susun Bayam. Foto: Medcom/Yurike.

Ratusan Warga Kampung Bayam Keluhkan Tempat Hunian Sementara

Medcom • 22 May 2024 16:04

Jakarta: Ratusan eks warga Kampung Susun Bayam telah direlokasi ke hunian sementara di Jalan Tongkol, Ancol, Jakarta Utara. Mereka mengeluh lantaran rumahnya tak layah dihuni.

Yuli, warga eks Kampung Susun Bayam, mengatakan fasilitas air bersih tidak ada di tempat relokasi tersebut. Warga terpaksa mengambil air dari sumur.

"Fasilitas di sini enggak bagus ya, kayak rumah saja banyak yang rusak. Listrikpun mati, air enggak ada, paling kita ambil dari sumur," kata Yuli, di Hunian Sementara (Huntara) Jalan Tongkol, Ancol, Rabu, 22 Mei 2024.

Dia mengatakan air sumur digunakan untuk mandi. Sedangkan untuk masak, dirinya menggunakan air isi ulang.

"Tapi kalau untuk masak ya air isi ulang, enggak tahu mungkin dapat bantuan air," sambungnya.
 

Baca juga: Kisruh di Kampung Susun Bayam, Warga Diminta Angkat Kaki

Untuk hari ini, anak-anak para warga tidak bersekolah. Sebab, mereka masih mengalami trauma akibat penggerudukan beberapa waktu lalu.

"Anak-anak masih trauma ya, sampai malam kemarin itu kan anak-anak pada demam, hari ini pada engga sekolah karena kecapekan juga," kata Yuli.

Saat ini, warga membutuhkan obat-obatan dan juga fasilitas kesehatan lantaran ada beberapa warga yang sakit. Begitu juga dengan konsumsi untuk warga.

Sebelumnya, warga eks Kampung Susun Bayam terpaksa meninggalkan rusunnya yang berada di sebelah Jakarta International Stadium, usai kesepakatan kedua belah pihak terjadi antara pihak PT JakPro dan warga.

Mereka akhirnya tinggal di hunian sementara, setelah Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, dibebaskan dari penjara, atas tuduhan penyerobotan lahan. Furqon sempat ditahan selama 50 hari karena memaksa menempati Kampung Susun Bayam bersama ratusan warga lainnya. (Medcom/Yurike)

(Anggi Tondi)