IMPC menyelenggarakan program intensif ToT kepada para instruktur IPSI bersama tenaga ahli dari SKZ. Foto: dok IMPC.
IMPC Rogoh Rp250 Miliar demi Perkuat SDM Kompeten di Industri Polimer
Husen Miftahudin • 10 August 2026 10:29
Jakarta: PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memperkuat komitmen pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk industri polimer melalui pengembangan Impack Polymer Science Institute (IPSI). IPSI dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan SKZ – German Plastics Center (SKZ – Das Kunststoff Zentrum), salah satu institut plastik yang berpengaruh di Jerman dan dunia.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun pusat pelatihan polimer dengan standar internasional serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari pengembangan IPSI, IMPC menyelenggarakan program intensif Training of Trainers (ToT) pada 27-31 Juli 2026. Program selama lima hari tersebut memberikan pelatihan tatap muka kepada para instruktur IPSI bersama tenaga ahli dari SKZ.
Sebelum pelatihan tatap muka, program ToT telah diawali dengan pelatihan daring selama 12 hari yang berlangsung pada 11-13 Mei 2026 dan 2-12 Juni 2026. Melalui program tersebut, para instruktur mendapatkan pembekalan terkait pengetahuan teknis, metodologi pengajaran, serta praktik terbaik berstandar internasional.
Direktur Utama IMPC Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan pembekalan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan instruktur dalam memberikan pelatihan dengan kualitas yang konsisten sekaligus menyiapkan tenaga kerja sesuai perkembangan kebutuhan industri polimer.
"Pengembangan IPSI merupakan investasi jangka panjang Perseroan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kolaborasi dengan SKZ, kami berkomitmen menghadirkan pelatihan berstandar internasional untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi pengangguran sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan pendapatan bagi masyarakat, khususnya dari daerah tertinggal," ujar Haryanto dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2026.
Siapkan tiga program pelatihan
Untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri polimer, IPSI akan menawarkan tiga program pelatihan. Program pertama adalah Fundamentals of Polymer Science and Manufacturing yang memberikan pemahaman dasar mengenai ilmu polimer dan proses manufaktur.
Program kedua, Operator Training Program: Production Operator, ditujukan untuk mengembangkan kemampuan teknis dalam menjalankan proses produksi. Sementara program ketiga, Operator Training Program: Maintenance Operator, berfokus pada keterampilan pengoperasian dan pemeliharaan mesin serta peralatan manufaktur.
Ketiga program tersebut dirancang dengan jalur pembelajaran terstruktur, mulai dari pemahaman dasar ilmu polimer hingga keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi dan pemeliharaan industri.
Program pelatihan IPSI terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang. Peserta mencakup lulusan SMA dan SMK, operator baru yang mulai memasuki dunia kerja, hingga tenaga kerja yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang manufaktur maupun pemeliharaan industri polimer.
Melalui pelatihan praktis dan relevan dengan kebutuhan industri, IPSI diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor plastik dan polimer.
Program tersebut juga diharapkan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan membangun karier berkelanjutan di sektor manufaktur.

(IMPC menyelenggarakan program intensif ToT kepada para instruktur IPSI bersama tenaga ahli dari SKZ. Foto: dok IMPC)
Rogoh investasi Rp250 miliar
Dalam pengembangan IPSI, IMPC menyiapkan investasi sekitar Rp250 miliar. Investasi tersebut diarahkan untuk membangun pusat pembelajaran polimer berstandar internasional yang membekali lulusan SMA dan SMK dengan keterampilan praktis serta berkelanjutan sesuai kebutuhan industri.
Melalui pelatihan langsung atau hands-on training dan pendidikan yang diselaraskan dengan kebutuhan industri, IPSI diharapkan dapat membuka peluang karier sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan pusat pembelajaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja terampil dan siap kerja untuk mendukung pertumbuhan industri polimer Indonesia secara berkelanjutan.